Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban tewas akibat longsor dan banjir di Manado bertambah

Korban tewas akibat longsor dan banjir di Manado bertambah Longsor. ©2013 Merdeka.com/Slamet Nusa

Merdeka.com - Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara terus bertambah. Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 14 orang ditemukan tewas.

Dari jumlah itu, 13 orang meninggal ditemukan tewas akibat longsor dan 1 orang lainnya hanyut. Sementara, jumlah pengungsi saat ini sudah mencapai 1.500 orang.

"Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan. Beberapa korban sudah berhasil diidentifikasi, sedangkan yang lain masih dalam proses identifikasi oleh TIM DVI Kepolisian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (17/2).

Sementara itu, menurut laporan BPBD Sitaro korban meninggal 3 orang. Saat ini masih dilakukan pengecekan namun terkendala jalan putus akibat longsor di Sitaro.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, Rapi, SKPD, relawan dan masyarakat terus melakukan upaya penyelamatan. Kodim 1309/Manado, Yonif 712/Wt, Kikavserdam melaksanakan evakuasi di lokasi bencana dan melakukan penyelamatan korban, penyelamatan harta benda dan evakuasi ke tempat pengungsian.

Berikut korban tewas seperti yang dilansir BNPB:

- Kelurahan Pal: Jumair Pulumodajo (10);

- Kelurahan Tingkulu: Charles Taroeh (28);

- Kelurahan Yingkulu: Ribka Ruru (22), Ribka Gosal (9), Gracia Gosal (3), dan Taroreh (28).

- Kelurahan Singkil: Ridel Lintongan (5); dan

- Kelurahan Winangun di Perum Citra Land Eden Briges: Mokodaser Oroh dan orang masih terjepit dan belum diketahui identitasnya. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP