Korban perampokan dalam angkot di Depok masih trauma berat
Merdeka.com - Sari (44), korban perampokan dalam angkot di Depok, Jawa Barat, saat ini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia mengalami luka di bagian kepala karena dipukul dan dilempar. Saat itu, dia mengaku sudah melawan namun karena lawan tak seimbang, maka dia pun terjatuh.
Kendati sudah diperbolehkan pulang, korban masih trauma berat. Dia bahkan tidak mau naik angkot sendirian pasca-insiden tersebut. "Nggak berani naik angkot sekarang, apalagi sendirian," katanya, Rabu (13/4).
Dia berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Sebelum dilempar, dia masih ingat ketika sopir angkot D03 memintanya menyerahkan uang dan perhiasan. "Saya dipukul dan pas disuruh dilempar saya masih dengar," ungkapnya.
Karena sering naik angkot dini hari, dia sama sekali tidak menaruh curiga pada sopir angkot dan temannya yang menyamar sebagai penumpang. Sari saat itu duduk di bangku belakang sopir.
Sedangkan satu pria yang menyamar duduk di dekatnya. "Yang mukul orang yang duduk dekat saya. Saya dipukul pakai besi di kepala sampai berdarah," ceritanya.
Atas kejadian ini dirinya mengalami kerugian uang tunai Rp 2 juta dan ponsel. Dia juga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. "Harapannya biar cepat ketangkap," pungkasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya