Korban peluru nyasar harus operasi akibat alami patah tulang
Merdeka.com - Fitriyanti (19) korban peluru nyasar di sekolahnya SMK Perintis, Kabupaten Bandung ternyata mengalami luka serius. Dia harus menjalani operasi lantaran mengalami patah tulang tungkai bawah kiri.
Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Sartika Asih Bandung Kombes Pol Hisbulah mengatakan, benda yang diduga proyektil itu harus diangkat. Hasil foto rontgen menunjukkan bahwa benda berupa logam itu menyebabkan adanya pergeseran dipersendiannya.
"Ada patah tulang dibagian tungkai bawah kiri atau disebut vigula. Sehingga itu akan dioperasi, nantinya dipasang semacam penyangga atau spalek biar ga ada pergeseran," katanya di RS Sartika Asih Bandung, Rabu (14/1).
Atas dasar kesepakatan keluarga dan pihak yang membawa korban ke Rumah Sakit Sartika Asih, dia memberikan rujukan untuk dibawa ke RS Salamun Bandung.
"Kesepakatan keluarga akan dibawa ke RS Salamun," tandasnya.
Dia menjelaskan secara keseluruhan kondisi korban cukup stabil. "Kondisinya stabil tidak kenapa-kenapa, karena cuma kaki saja mengalami patah tulang," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa tubuh Fitriyanti (19) tiba-tiba roboh usai peluru menerjang betis kirinya ketika sedang istirahat jam sekolah. Fitri kepada wartawan mengaku badannya tiba-tiba lemas ketika darah di kakinya mengucur. Dia tidak mengira ada benda nyasar di kakinya.
"Saya pas lagi mau ke kantin tiba-tiba ngedenger suar ngebelatak dari belakang, tahu-tahunya kaki saya berdarah banyak," katanya.
Polisi masih menyelidiki adanya peluru nyasar itu. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya