Korban mutilasi Ancol diduga sudah lama tewas, organ lengkap
Merdeka.com - Potongan tubuh manusia ditemukan dalam empat bagian di lantai dasar ruko nomor 26D Apartemen Mediterania Marina, Ancol, Jakarta Utara. Polisi menduga korban sudah dibunuh lebih dari satu hari sebelum ditemukan.
"Kalau dicium dari baunya diperkirakan bukan baru meninggal, tapi nanti biar dokter forensik yang menentukan waktu meninggalnya dan penyebab kematiannya," ujar Kasat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/3).
Helmy mengatakan organ tubuh korban saat dihitung oleh dokter jumlahnya lengkap tidak ada yang hilang. "Diduga bagian organ dalam korban dimasukkan ke dalam plastik oleh pelaku," katanya.
Pantauan merdeka.com di lokasi, bau busuk menyengat terasa hingga di luar ruko tempat penemuan potongan mayat tersebut. Kini, korban mutilasi tersebut telah di bawah ke Rumah Sakit Polri untuk diautopsi.
Seperti diketahui, korban diduga bernama Toni Arifin, umur sekitar 45-50 tahun. Ini berdasarkan laporan seorang wanita yang kehilangan suaminya sejak Senin lalu. Namun, polisi belum bisa memastikan apakah korban adalah Toni Arifin, karena tidak ada identitas yang melekat pada korban dan pelapor belum mengonfirmasi korban. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya