Korban mudik lebaran 628 orang, YLKI kritik Jokowi yang diam saja
Merdeka.com - Masyarakat Indonesia baru saja usai merayakan Idul Fitri 1436 H. Salah satu gegap gempita merayakan Idul Fitri adalah dengan Mudik Lebaran. Namun, mudik Lebaran ternyata menyisakan duka yang sangat mendalam, jika dilihat dari masih tingginya laka lantas dengan korban meninggal dunia dan luka berat yang masih sangat signifikan.
Terbukti, selama H-7 dan H+7 Mudik Lebaran, menurut Korlantas Mabes Polri jumlah korban meninggal dunia karena laka lantas mencapai 628 orang, luka berat 1.028 orang, dan luka ringan 3.808 orang. Dengan korban masal seperti itu, sudah sangat pantas jika mudik Lebaran tak ubahnya sebagai bencana nasional!
"Jadi sungguh aneh bin ajaib jika Kemenhub mengklaim bahwa mudik Lebaran 2015 dinyatakan berhasil! Apakah menurunnya korban meninggal yang hanya 8 persen layak disebut berhasil?" kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Minggu (26/7).
YLKI mendesak kepada Presiden Jokowi untuk memberikan respons konkret terhadap korban massal mudik Lebaran tersebut. "Terhadap korban kecelakaan pesawat saja, yang jumlah korbannya lebih kecil, presiden langsung menggelar jumpa pers, mengapa terhadap korban mudik Lebaran yang korbannya jauh lebih besar , Presiden masih diam saja?" cetus Tulus.
YLKI juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki dan memperbanyak akses angkutan umum di sektor darat, khususnya perkeretaapian.
Kepada Polri, YLKI meminta, agar bertindak tegas terhadap pelanggaran lalu lintas. "Patut diduga, tingginya laka lantas karena pihak Polri melonggarkan pelanggaran lalin," ujarnya.
YLKI mengingatkan Kemenhub dan Polri menekan tingginya penggunaan sepeda motor sebagai sarana mudik. Ini terbukti korban laka lantas lebih dari 75 persen adalah pengguna sepeda motor. "Polri seharusnya juga membuka pada publik, merek sepeda motor yang mengalami laka lantas, dan meminta produsennya untuk dimintai pertanggungjawaban," imbuhnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga didesak memperbaiki transportasi umum di daerahnya. Salah satu alasan pemudik menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, karena di daerah minim akses transportasi umum.
"Janganlah pemerintah hanya menjadikan tingginya korban massal selama mudik Lebaran hanya menjadi data statistik belaka, tanpa upaya serius untuk menguranginya hingga ke titik nol (zero accident)," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya