Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban miras oplosan di Bandung bertambah jadi 23 orang

Korban miras oplosan di Bandung bertambah jadi 23 orang RSUD Cicalengka konpers korban miras oplosan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Korban meninggal dunia akibat miras oplosan terus bertambah. Tidak hanya di RSUD Cicalengka, tapi juga di RSUD Majalaya. Total korban meninggal mencapai 23 orang.

Dirut RSUD Cicalengka, Yani Sumpena menuturkan, hingga siang ini, total korban mencapai 45 orang. Dari jumlah itu, 20 orang meninggal dunia.

Korban dibawa keluarga ke RSUD Cicalengka dengan keluhan yang sama yakni pandangan mata kabur, pusing, mual dan muntah. Dari total pasien yang datang, ada empat yang pulang paksa atas permintaan sendiri dan dua pasien yang dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

Saat ini pasien yang ada di RSUD Cicalengka 19 orang. Dengan rincian delapan yang dirawat inap dan di IGD 11 orang.

"Dari jumat (6/4) pasien berdatangan. Sampai hari ini, yang meninggal itu total 20 orang. Satu diantaranya sudah meninggal ketika datang ke sini," ujar Yani Sumpena.

Meski sudah mengindikasikan korban tersebut keracunan miras oplosan, namun dia belum bisa mengungkapkan kandungan yang diminum oleh para pasien.

"Kita belum bisa memastikan kandungan apa yang diminum. Kepolisian sudah mengambil sampelnya," ujarnya.

Pihak Rumah Sakit akan membuka posko dan bilik khusus untuk pasien yang harus menjalani rawat inap dengan keluhan serupa.

"Kami akan siapkan blok khusus yang terpisah dengan pasien lain. kami punya pasien lain yang harus dijaga. Kami siapkan ruangan yang bisa menampung 20 pasien untuk antisipasi pasien bertambah," ucap Yani.

Humas RSUD Cicalengka, Evi Sukmawati menyatakan kasus dugaan keracunan miras oplosan bukan pertama kali terjadi. Pihaknya mengungkapkan kasus serupa pernah terjadi di tahun 2015 saat malam takbiran.

"Dulu yang dirawat 12 orang. Yang meninggal 6. keluhannya sama," pungkasnya.

Di RSUD Majalaya, tiga meninggal

Warga Kabupaten Bandung korban meninggal yang diduga akibat minuman keras (miras) oplosan tersebar di sejumlah wilayah. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung korban miras oplosan mencapai enam orang.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, dr Grace Mediana mengatakan, dari jumlah itu, tiga orang diantaranya meninggal dunia.

"Laporan terakhir kita ada enam pasien. Tiga meninggal, satu pulang paksa dan dua rawat inap. Kondisinya yang rawat inap ada perbaikan," ujarnya.

Identitas korban meninggal adalah Gilang Maulana warga Cikancung, Herdianaa warga Rancaekek, Murdianto warga Paseh.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP