Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban miras oplosan Cicalengka bertambah, 18 orang tewas

Korban miras oplosan Cicalengka bertambah, 18 orang tewas Ilustrasi mabuk. ©shutterstock.com/william casey

Merdeka.com - Korban miras oplosan di Cicalengka, Bandung, bertambah. Dirut RSUD Cicalengka, Yani Sumpena menyebutkan data terkini korban yang diduga akibat minuman keras (miras) oplosan total 41 orang. Dari jumlah itu, 18 orang meninggal dunia.

Sampai saat ini ada 17 orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Cicalengka. Sembilan orang berada di IGD, delapan orang dirawat inap. Satu orang dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.

"Total yang datang ke RSUD itu ada 41 orang, 17 meninggal ditambah satu orang datang dalam keadaan meninggal. Jadi, total yang meninggal ada 18 orang," katanya saat ditemui di RSUD Cicalengka, Senin (9/4).

Yani mengatakan, dari 17 orang yang saat ini dirawat, ada satu orang yang masih dalam kondisi kritis. "Satu orang mengalami perburukan (kritis)," ucapnya.

Dia melanjutkan, semua pasien yang datang mempunyai masalah yang sama. Yakni gejala keracunan akibat meminum sesuatu. Diawali dengan keluahan pusing, mual, kehilangan kesadaran dan muntah.

"Begitu masuk, pasien ditangani dengan SOP (standar operational procedure), kita lakukan pemeriksaan, bilas lambung. Kalau muntah, muntahannya kita tampung, darahnya dibuat sampel," katanya.

Nantinya, kandungan dalam darah dan muntahannya akan dibawa ke laboratorium. Hasilnya bisa didapat sehari sampai dua hari.

"Bagian tubuh tidak terlihat rusak. Saluran perncernaan yang ada pendarahan. Tapi dari luar ga keliatan. Kalau muntahan darah, di saluran pencernaannya ada iritasi," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Bandung memeriksa sejumlah saksi dan menutup kios yang dijadikan tempat penjualan minuman keras di Jalan By Pass Bandung-Garut.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan menuturkan korban minuman keras oplosan itu sudah berdatangan ke rumah sakit sejak Kamis (5/4). Para korban mengeluhkan sakit yang sama seperti muntah-muntah dan pandangan tidak jelas untuk selanjutnya mendapatkan penanganan medis.

Dia menyampaikan, kepolisian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dalam mencari tahu penyebab kematian korban tersebut. Termasuk dugaan akibat minuman keras oplosan, kata dia, masih terus didalami dengan memeriksa penjual berikut komposisi dalam minuman keras oplosan tersebut.

"Dari sisi medis kami masih menunggu untuk mengetahui penyebab kematian korban," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP