Korban ledakan bom Surabaya sempat tinggalkan pesan perpisahan kepada suami
Merdeka.com - Aan Teja suami Lim Gwat Ni (56), korban ledakan di gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin, mengaku ikhlas dengan kepergian sang istri. Dia mengaku tak mendapat firasat buruk sebelum kejadian menimpa istri tercintanya.
"Firasat jelek sih enggak, tapi ada hal yang tidak biasa. Pas dia mau pergi ke Surabaya tiba-tiba dia bilang, saya pergi lama sekali gak seperti biasanya, gak tau pulang apa enggak. Begitu bilangnya, padahal baik-baik saja," kata dia, Senin (14/5/2018) di rumahnya di perumahan Poris Indah Blok C No. 267, Rt 06/06, kota Tangerang.
Aan menerangkan dari hasil pernikahannya dengan Lim Gwat Ni, keduanya dikaruniai tiga orang anak.
"Anak ada tiga," katanya.
Meski dalam kondisi baik, Aan mengaku sudah seminggu tak berkomunikasi dengan sang istri terlebih, setelah keberangkatan Lim ke Surabaya.
"Terakhir itu cuma pas mau berangkat ke surabaya, kira-kira seminggu lalu. Setelah itu gak ada lagi," cetusnya.
Pihaknya masih menunggu kabar kejelasan dari pihak RS Bhayangkara Surabaya, sampai saat ini korban dan perwakilan keluarga masih menunggu jenazah dapat dibawa keluarga.
"Belum tahu ini dapat dibawa kapan, Kita juga masih rundingan kemana jasad nanti akan disemayamkan," terangnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya