Korban ketiga Sitok Srengenge buka suara
Merdeka.com - Satu lagi mahasiswi mengaku menjadi korban pelecehan seksual penyair liberal, Sitok Srengenge. Mahasiswi sebuah universitas di Jakarta tersebut mengaku dilecehkan pada 2011 dan akhirnya berani buka suara karena tergugah membantu RW (22), mahasiswi UI korban pertama Sitok yang sudah melapor polisi.
"Dia (korban ketiga) juga tertarik puisi-puisi Sitok," kata dosen UI, Sarasdewi, saat ditemui merdeka.com di Kampus UI Depok, Selasa (17/12). Sarasdewi selama ini dikenal sebagai pendamping RW.
Sarasdewi mengatakan, modus yang diduga dilakukan Sitok sama dengan yang dia lakukan terhadap RW, korban pertama. Yakni menggunakan statusnya sebagai penyair terkenal untuk bisa melakukan hubungan seks dengan korbannya.
"Juga dikasih alkohol," ujar Sarasdewi menambahkan terjadi persetubuhan antara keduanya.
Mahasiswi Jakarta berusia 20-an tahun ini adalah korban ketiga yang buka suara. RW, mahasiswi FIB UI adalah korban pertama yang sudah melapor polisi. Korban kedua adalah mahasiswi Bandung. Berbeda dengan korban pertama dan ketiga, korban kedua tidak sampai disetubuhi, meski sempat mendapat pelecehan seksual.
Seperti diketahui, untuk pelaporan yang dilakukan RW, Polda Metro Jaya sudah memanggil pelapor pada pekan lalu. Namun, dia pingsan saat hendak diperiksa. Selanjutnya, penyidik berencana memeriksa RW di luar Mapolda.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya