Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban kecelakaan dua motor adu banteng di TBRS jadi 2 orang

Korban kecelakaan dua motor adu banteng di TBRS jadi 2 orang Ilustrasi kecelakaan motor. ©Shutterstock.com/ Kodda

Merdeka.com - Perwira Kepala Unit Kecelakaan (Panit Laka) III Satlantas Polrestabes Semarang Iptu Sumantri mengungkapkan, korban kecelakaan adu banteng motor yang terjadi di depan Pintu Gerbang Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, tepatnya di Jalan Raya Sriwijaya bertambah.

Korban yang semula hanya pengendara Vario putih bernopol AB 2549 XA, siang tadi bertambah. Pengemudi motor Legenda hitam nopol H 3272 TF bernama Dian Eko Prasetyo (35) warga Tandang RT 09 RW X, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang juga tewas. Dian Eko tewas usai sempat mengalami kritis dan dilarikan ke RS Roemani Semarang setelah kecelakaan adu banteng tersebut.

"Kalau yang korban motor Vario warna putih sampai sekarang belum dikenali dan diduga tanpa identitas," tegas Iptu Sumantri saat dikonfirmasi merdeka.com di Mapolrestabes Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/1).

Jenazah korban Dian Eko Prasetyo sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga Rabu (6/1) sore tadi. Sementara, salah seorang rekan Dian Eko yang ikut jadi korban selamat.

Korban selamat itu bernama Hanafi (25) warga Jalan Lobak RT06 RWV, Kelurahan Tlogobayem, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang harus menjalani perawatan di RS Roemani di Jalan Singosari, Kota Semarang.

"Dia masih dirawat di RS Roemani dia itu yang membonceng korban Dian Eko. Lukanya ada di bagian muka bawah tepatnya di bagian rahang mulut bawah," jelasnya.

Jenazah korban pengendara Vario putih yang saat kecelakaan menggunakan celemek putih bermotif bunga, dari penelusuran merdeka.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan merupakan seorang pedagang daging ayam potong di Kawasan Pasar Karangayu di Jalan MGR Soegijopranoto, Kota Semarang.

"Namun untuk memastikan kami akan melakukan penelusuran dan pencarian identitas karena yang bersangkutan tidak membawa identitas maupun surat-surat ijin mengemudi atau STNK," ungkapnya.

Saat ini, jenazah pengendara Vario putih yang berumur sekitar 30 tahun, kurus, kulit warna sawo matang, berambut pendek itu masih terbujur di Kamar Mayat RSUD Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, dua sepeda motor terlibat dalam kecelakaan hebat dan tragis di Jalan Raya Sriwijaya, tepatnya di Jalan Raya depan Pintu Gerbang Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Jawa Tengah. Ironisnya, kedua sepeda motor bertabrakan saling berhadap-hadapan dari dua arah yang berlawanan.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan, aksi kecelakaan terjadi sekitar Pukul 02.30 WIB. "Kejadianya sekitar setengah tiga dini hari tadi," ungkap salah seorang petugas Unit Lakalantas Polrestabes Semarang pendek saat dimintai keterangan merdeka.com di TKP.

Dari pengakuan Ayon (47) salah seorang penjual nasi kucing di Taman Singosari yang tak jauh dari terjadinya kecelakaan, aksi kecelakaan tidak diketahui oleh orang sekitar. Pasalnya saat dini hari, di tempat kecelakaan itu dalam kondisi sepi. Ayon mengaku mengetahui ada kecelakaan usai mendengar suara keras akibat benturan tabrakan yang sangat beras dari dua arah yang berlawanan antara arah Barat dan Timur.

"Tidak ada yang tahu pas kecelakaan. Tahunya saya saat itu ada suara keras tabrakan. Saya sedang beres-beres mau kukut (menutup) warung. Suaranya seperti trafo meledak. Saya dan dua orang pedagang langsung lari melihat tabrakan itu," ungkapnya.

Satu orang yang membawa celemek langsung tewas tergeletak di tengah jalan dengan luka mengenaskan pada bagian wajah dan tubuhnya berlumuran darah. Dua orang lainya usai kecelakaan dalam kondisi kritis.

"Dua orang lainya kejet-kejet (kejang-kejang) begitu usai tabrakan dan terjatuh dari motornya. Lalu kami berinisiatif untuk mencegat mobil cepat-cepat mengangkut dua korban lainya. Waktu itu ada mobil plat K yang mau berhenti dan menolong dan melarikan kedua korban kritis ke Rumah Sakit Roemani," terangnya. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP