Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban: Hari pertama disuruh saling pukul dan dihajar TNI

Korban: Hari pertama disuruh saling pukul dan dihajar TNI Pabrik kuali Tangerang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagas (22), salah satu korban perbudakan buruh di pabrik kuali Tangerang, mengatakan saat hari pertama kerja, dirinya sudah mengalami kekerasan fisik. Setibanya di pabrik, Bagas disambut oleh mandor, dan langsung digeledah, kemudian disita barang-barang miliknya.

"Ketika penggeledahan sudah langsung ditampar dan ditoyor. Lalu di pabrik itu, setiap orang dihari pertamanya bekerja, mereka diharuskan untuk saling pukul satu sama lain di depan para pekerja lainnya," ujar Bagas di Kantor Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Bagas menambahkan setiap harinya, para buruh yang sudah letih seharian bekerja masih harus disiksa. "Yang pernah mukul itu mandor, bos Yuki dan TNI," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Nuryana yang merupakan korban perbudakan mengatakan penyiksaan akan diterimanya kalau target tidak terpenuhi. Target membuat 200 kuali terasa berat baginya karena kondisi fisik yang merasa kesakitan karena disiksa terus.

"Kita juga takut untuk melarikan diri dari pabrik karena ketatnya penjagaan yang dilakukan oleh pihak pabrik. Banyak yang mau melarikan diri, tapi ketangkap-ketangkap juga, dipukulin-dipukulin juga. Tambah parah malahan dipukulinya," kata Nuryana.

Sebelumnya, Jumat (3/5) sore lalu petugas kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak 34 buruh asal Lampung dan Cianjur yang dipekerjakan layaknya budak di perusahaan wajan itu. Petugas juga masih mengejar dua orang tersangka yang bekerja sebagai mandor serta menetapkan kedua mandor tersebut daftar pencarian orang oleh Polda Metro Jaya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP