Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korban Diksar Mapala UII bertambah, 10 rawat inap 24 rawat jalan

Korban Diksar Mapala UII bertambah, 10 rawat inap 24 rawat jalan Universitas Islam Indonesia. ©2017 merdeka.com/cahyo purnomo edi

Merdeka.com - Sepuluh mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang menjadi peserta diklat dasar mahasiswa pecinta alam (diksar mapala) masih dirawat inap di Rumah Sakit Jogja Internasional Hospital (RS JIH). Kesepuluh peserta tersebut menjalani rawat inap karena diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti acara bernama The Great Camping (GC) di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah.

Muzayin Nazaruddin, anggota tim investigasi UII membenarkan adanya sepuluh mahasiswa peserta Diksar Mapala UII yang masih menjalani rawat inap di RS JIH. Selain sepuluh orang yang dirawat inap, sebanyak 24 orang peserta lainnya menjalani rawat jalan.

"Belum tahu kondisinya detilnya mereka yang dirawat inap maupun yang dirawat jalan. UII memfasilitasi biaya perawatan di rumah sakit. UII juga memfasilitasi orang tua mahasiswa yang menjenguk putra-putrinya," tutur Muzayin, Rabu (25/1).

Sedang menurut Mutia Dewi, anggota tim Crisis Center UII bagian komunikasi keluarga, mahasiswa yang menjalani rawat inap kondisinya membaik. "Mereka mengeluh kedinginan dan gatal-gatal," terang Mutia.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, Abyan Razaki (19) seorang peserta Diksar Mapala UII yang tengah dirawat di RS JIH mengalami luka di bagian tangan, kaki dan punggung. Menurut penuturan Budi, ayah Abyan Razaki, anaknya selain mengalami luka-luka juga mengalami bronkitis dan infeksi pada bagian jempol kaki.

"Kena bronkitis. Jempolnya juga mengalami infeksi. Mungkin karena pakai sepatu dan kegiatan lapangan terus. Sepatunya basah dan tidak ganti," papar Budi ketika dihubungi Selasa (24/1).

Budi juga mengungkap bahwa Abyan untuk mengobati infeksi kakinya harus menjalani operasi di jempol kakinya. Operasi dilakukan pada Selasa (24/1) sore. Hasil operasi berjalan lancar dan Abyan saat ini masih dirawat di RS JIH untuk pemulihan kondisi kesehatannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa UII tewas usai mengikuti acara pendidikan dasar atau GC yang digelar Mpala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah yang digelar pada 13 hingga 20 Januari 2017.

Ketiga mahasiswa yang meninggal adalah Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII angkatan 2015, asal Batam tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1). Asyam mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 asal Yogyakarta tewas di RS Bethesda, Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Korban terakhir adalah Ilham mahasiswa Hukum Internasional angkatan 2015 yang tewas di RS Bethesda, Senin (23/1).

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP