Korban bus kecelakaan di Pasuruan jadi 7 orang
Merdeka.com - Korban tewas akibat kecelakaan bus pariwisata yang terguling di Jalan Raya Ngembal, Desa Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, bertambah. Setelah lima penumpang tewas di tempat, dua korban luka parah menghembuskan nafas terakhirnya saat dirawat di rumah sakit setempat.
Dari ketujuh korban tewas, lima di antara jenazah korban tersebut berada di Puskesmas Purwosari, Pasuruan. Mereka adalah Imam Zuhdi (58), Suwarni (55), Dani (30), Hendro Pitoyo (42) dan Suparmi (55).
Sedangkan dua korban meninggal lainnya, Utami (40) dan Salfa Putri Maharani (5), berada di Rumah Sakit (RS) Ganesha Medica Purwosari, Pasuruan.
"Ketujuh korban tersebut, semuanya warga RT 3 RW 7 Candi Lontar, Kel Lontar, Kec Sambi Kerep, Surabaya," kata Kapolsek Nongkojajar, Pasuruan AKP Marwan usai menanyakan data korban ke petugas lapangan, Minggu (6/5) sore.
Informasinya, bocah balita yang menjadi korban tewas itu, kondisinya sangat mengenaskan. Sementara itu, pihak kepolisian mengamankan sopir bus bernopol B 7076 PV, Slamet Sutrisno (58), warga Kedungrejo, Waru, Sidoarjo. Polisi juga meminta keterangan kondektur bus, Surip (38).
"Dari keterangan sopir bus dan kondekturnya, ketika si sopir membanting setirnya ke kiri, tiba-tiba setirnya kembali ke kanan lebih keras. Karena tak mampu menguasai jalan yang menurun tajam, bus yang dikemudianya terguling," kata Marwan.
Seperti diketahui sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan PKK dari Candi Lontar, Kec Sambi Kerep, Surabaya itu terguling usai melakukan wisata di Wisata Bakti Alam di Desa Ngembal, Pasuruan, Wisata Bakti Alam di Desa Ngembal, Pasuruan. Lima penumpang tewas di tempat dan dua orang tewas saat dalam perawatan tim dokter karena luka yang cukup parah. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya