Korban banjir Garut ramai dapat bantuan mulai pakaian sampai makanan
Merdeka.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyambangi lokasi banjir bandang di Desa Cimacan Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9). Kedatangan dia untuk memberi bantuan kepada korban banjir bandang pada Selasa 20 September malam lalu.
Paket bantuan berupa pakaian dan paket sembako terlihat dibagikan kepada para korban banjir.
Dikatakan Dedi, permasalahan bencana melanda garut harus segera dikoordinasikan dengan para pakar geologi. Menurut Dedi, penyebab banjir bandang harus segera diketahui. Dia menduga pembalakan di daerah hulu Sungai Cimanuk selama ini disinyalir menjadi penyebab utama.
Dedi juga menyoroti perubahan tata kelola hutan tidak didasarkan pada kondisi tipologi. Apalagi di hulu ada penambangan baik resmi ataupun tidak turut menjadi faktor pendukung terjadinya bencana.
"Biasanya ada tiga hal yang mengakibatkan bencana alam, hutan gundul, perubahan tata kelola hutan dan penambangan di daerah hulu sungai. Saya kita untuk memastikan itu semua perlu arahan pakar geologi. Saya referensikan kepada Pak Ketua DPRD yang juga kader Golkar agar berkoordinasi dengan pakar geologi ITB," kata Dedi.
Bencana banjir bandang di Kabupaten Garut merenggut 20 orang korban jiwa dan 12 lainnya masih dinyatakan hilang. Pihak SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi masih melakukan upaya recovery bagi para korban bencana.
Kondisi terkini di lokasi masih terbilang memprihatikan. Puluhan rumah rusak, kendaraan milik warga pun ikut terseret tak luput dari amukan Sungai Cimanuk tersebut.
Meski demikian, koalisi kekeluargaan belum memutuskan siapa calon yang bakal diusung di Pilgub nanti. Namun, Partai Gerindra ngotot ingin Sandiaga dicalonkan oleh koalisi kekeluargaan.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya