Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kopral Bagyo Bagikan Ratusan Telur dan Masker untuk Warga Terdampak PPKM

Kopral Bagyo Bagikan Ratusan Telur dan Masker untuk Warga Terdampak PPKM Kopral Bagyo bagikan telur ke warga Solo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi simpatik dilakukan Kopral Kepala (Purn) Partika Subagyo Lelono atau akrab disapa Kopral Bagyo di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Warga Kadipiro Solo itu membagikan ratusan telur rebus, minuman dan masker di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Jumat (23/7). Sasarannya kali ini adalah sopir becak dan warga yang terdampak PPKM.

Penerapan PPKM Level 4 di Kota Solo, berdampak bagi masyarakat. Menurut Mantan anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) 04/IV Solo itu, ada lebih dari 100 butir telur yang dibagikan dalam aksi yang dilakukan bersama AKBARA (Akademi Teknologi Bank Darah) Solo.

"Alhamdulillah kita awali pagi hari ini dengan kegiatan pertama untuk bagi-bagi rezeki. Memang tidak seberapa bagi kita, hanya berupa telur dan garam, masker dan air," kata Bagyo.

Bagyo mengatakan, aksi sosial tersebut akan terus dilakukan dengan lokasi yang berbeda-beda agar tidak terjadi kerumunan. Tidak hanya membagikan telur matang dan masker saja, Bagyo juga memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan melalui 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Hari ini 100 telur, besok bertambah lagi 200 mungkin 300. Kita bergilir di beberapa tempat dan tetap dengan prokes ketat," tuturnya.

Bagyo mengaku sengaja membagikan telur, garam, air putih dan masker kepada warga karena telur merupakan sumber makanan yang bergizi. Sedangkan garam untuk memberikan rasa saat dimakan.

"Kelihatannya sepele tetapi ini juga menjadi obat. Jadi makan itu tidak perlu yang enak-enak, kalau enak-enak itu kan bagi mereka yang punya uang. Makanan sederhana seperti ini juga cukup enak asalkan pikirannya juga enak," tandasnya.

Aksi sosial yang dilakukan tersebut, dikatakan Bagyo, juga untuk menggugah masyarakat lain yang mampu untuk berbagi kepada tetangga atau masyarakat lain yang membutuhkan.

"Kalau ada yang ingin mendonasikan telur silakan melalui saya, akan saya bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Salah satu sopir becak, Mingan mengaku senang menerima telur, air minum dan masker. Meskipun sedikit tetapi bisa untuk mengisi perut.

"Meski sedikit tapi bisa untuk mengisi perut karena tarikan juga sepi dengan adanya PPKM ini," ucapnya.

Sejak diberlakukannya PPKM, dia mengaku hampir tiap hari tidak ada penumpang. Dia yang biasa mangkal di sekitar Gladag dan kawasan Keraton Surakarta tersebut mengaku pendapatan turun, bahkan sering tidak ada pendapatan karena tidak ada lagi tamu yang berwisata.

"Sekarang diberi telur mudah-mudahan besok ada nasi sama ikan atau ayam. Dan mudah-mudahan rezekinya juga naik," harapnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP