Kopassus, dulu habisi pemberontak kini terkait pembunuhan preman

Reporter : Hery H Winarno | Jumat, 5 April 2013 09:32




Kopassus, dulu habisi pemberontak kini terkait pembunuhan preman
Pasukan elite RI. ©2012 Merdeka.com/Reuters

Merdeka.com - Komando Pasukan Khusus atau yang disingkat menjadi Kopassus kini kembali mencuat namanya. Namun kali ini bukan prestasi atau penghargaan yang ditorehkan, melainkan noda hitam.

11 Anggota Kopassus terlibat dalam penyerbuan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY. Karena solidaritas, 11 anggota Grup 2 Kopassus keluar dari Kandang Menjangan Kartasura lalu menyerbu Lapas Cebongan di Sleman, DIY. Akibatnya 4 tahanan yang selama ini dikenal sebagai preman tewas.

Banyak yang mencaci, tetapi tidak sedikit juga yang memuji sikap ksatria para anggota baret merah ini. Sebagian yang memuji menyebut tindakan tegas kepada para preman tersebut adalah dibenarkan. Aparat kepolisian selama ini dinilai tidak bisa tegas, dan Kopassus telah memberikan ketegasan itu.

Namun demikian, tindakan pembunuhan tentu tidak dibenarkan. Nama besar Kopassus pun tercoreng akibat penyerbuan ke Lapas tersebut.

Kopassus sejatinya adalah bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di segala medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan juga anti teror.

Dalam sejarahnya, pasukan elit ini telah berhasil mengukuhkan eksistensinya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus di antaranya adalah operasi penumpasan pemberontakan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya.

Sebagai pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel Kopassus yang diturunkan relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel infanteri biasa. Selain itu, istilah di kesatuan Kopassus juga berbeda dengan satuan pada umumnya, satuan di bawah batalyon bukan disebut kompi, tetapi detasemen, unit atau tim.

Namun Kopassus juga punya catatan hitam dalam perkembangannya. Pasukan elite ini dinilai bertanggung jawab atas kasus penculikan dan pembunuhan sejumlah aktivis prodemokrasi di tahun 1998.

Kasus Cebongan sendiri amat sangat disayangkan. Hal ini karena Kopassus akan kembali menjadi sasaran tembak.

[ded]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • KPAI: Marshanda terkena kelabilan emosional
  • Lelaki India ini pakai turban terbesar sejagat
  • Gus Ali: Kemenangan PKB di Pemilu 2014 karena keramat kiai sepuh
  • Akhirnya 'DOCTOR STRANGE' Memiliki Pemeran Utama?
  • Saingan, drama Lee Jun Ki & Jang Nara sama-sama raih posisi #1
  • Saksi sebut ada Ibas saat antar uang ke rumah Hadi Utomo
  • Konsistensi jadi cara Jonan bikin BUMN layanan publik sehat
  • Nestapa nelayan beli bahan bakar lebih mahal
  • JK mengaku bisa mengendarai bajaj
  • DPC PKB tarungkan Nusron Wahid dengan Muhaimin Iskandar
  • SHOW MORE