Kontroversi pemain naturalisasi Diego Michiels berujung polisi
Merdeka.com - Siapa yang tak mengenal sosok Diego Michiels. Pemain naturalisasi ini sudah malang melintang di persepakbolaan Tanah Air.
Beberapa kali dia bergabung dengan sejumlah klub. Meski belakangan, namanya jarang sekali terdengar menorehkan prestasi.
Di luar profesinya sebagai pemain bola, kehidupan pribadi Diego tak jarang menjadi sorotan publik. Dia pernah dikabarkan memiliki hubungan sejumlah artis ibu kota, seperti Nikita Willy, Julia Perez dan beberapa nama lainnya.
Kemarin, nama Diego ramai diperbincangkan. Bukan karena aksi kerennya di lapangan hijau bersama timnya Pusamania Borneo FC, Diego justru kembali berurusan dengan kepolisian.
Dia dilaporkan karena menganiaya seorang pengunjung diskotek, Hariyanto. Saat penganiayaan itu terjadi, Diego diketahui tengah mabuk berat. Penganiayaan itu membuat pelipis Hariyanto terluka.
Peristiwa itu, terjadi Rabu dini hari pukul 02.30 WITA. Saat itu, Diego datang bersama dengan rekannya, Ibam, salah seorang manajer klub sepakbola di Samarinda. Saat asyik minum, Hariyanto datang menyapa dan mengobrol bersama Ibam.
"Jadi, Diego bilang ke korban (Hariyanto) bertanya kenapa? Dijawab Ibam, tenang tidak apa-apa. Korban lantas tersenyum melihat itu," kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Iptu Hardi, saat dikonfirmasi merdeka.com.
Diduga tersinggung dan berada di bawah pengaruh alkohol, Diego lantas berdiri dan menanduk wajah Hariyanto. "Usai peristiwa, korban melapor. Beberapa saat setelah melapor, petugas lantas menjemput Diego di THM itu," ujar Hardi.
Saat diperiksa, Diego tidak menyangkal telah melakukan perbuatan itu kepada Hariyanto. Baik Hariyanto dan Diego, sama-sama menjalani pemeriksaan penyidik hingga sore ini. Diego masih diamankan di Polresta Samarinda.
Bukan kali ini saja Diego bikin sensasi karena tindakan penganiayaan yang dilakukannya. Pada tahun 2013 lalu, Diego sampai dibui karena memukul Mef Paripurna.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa berupa penjara selama 3 bulan 20 hari, dikurangkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Nawawi saat membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung PN Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/3).
Penganiayaan terhadap mahasiswa asal Bogor itu terjadi di Domain Bar & Club, Gedung Senayan City, Kamis 8 November 2012. Akibat aksi penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka. Aksi pemukulan itu terekam CCTV. Diego yang kini telah menjadi mualaf kemudian diamankan Hotel Jusenny, Jakarta Selatan.
Dua tahun setelah penganiayaan yang dilakukan Diego pada Mef Paripurna, pria yang doyan berganti model rambut itu kembali dipolisikan. Diego menghajar seorang petugas keamanan di perumahan tempat tinggalnya.
Ceritanya, beberapa waktu lalu Diego kehilangan laptop. Dia kemudian menanyakan kepada petugas keamanan bernama Hendra Wahyudi. Saat itulah tiba-tiba, Diego menendang dan melempar garpu ke arah korban.
"Klien kami sudah divisum. Kami tidak terima atas kejadian tersebut. Oleh sebab itu, kami ambil langkah hukum. Kami persilakan jika pihak Diego ingin melapor balik kepada polisi," ujar kuasa hukum Hendra Wahyudi, M Yasir.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya