Kontras: Bos yang perbudak buruh bayar upeti ke polisi
Merdeka.com - Anggota Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Syamsul Munir mengatakan Polsek Sepatan diberi upeti untuk bekingi usahanya oleh Yuki Irawan, bos pabrik kuali yang menyekap dan menyiksa buruh. Hal itu karena warga sering melihat mobil polisi Polsek Sepatan terparkir dekat pabrik.
"Saksi melihat Polsek setempat diberikan upeti. Nah Kapolsek sendiri mengatakan kalau sudah pernah menegur anggotanya namun bandel," ujar Syamsul di kantornya, Senin (6/5).
Syamsul menambahkan kalau Yuki merupakan sosok seorang bos di kampungnya itu. Dia punya hubungan baik dengan Polsek dan Kepala Desa.
"Saat digerebek, Yuki datang terlambat dan di belakangnya ada seorang Polisi Militer (PM). Tetapi si PM langsung masuk," kata Syamsul yang ikut ke lokasi penggerebekan.
Sebelumnya, Jumat sore lalu petugas kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak 25 buruh asal Lampung dan Cianjur yang dipekerjakan layaknya budak di perusahaan yang memproduksi wajan itu. Petugas juga masih mengejar dua orang tersangka yang bekerja sebagai mandor serta menetapkan kedua mandor tersebut daftar pencarian orang oleh Polda Metro Jaya.
Bahkan kepolisian masih terus melakukan penelusuran terkait pembekingan petugas kepolisian dan TNI. Dan, pada Senin (6/5) pagi, petugas dari Mapolda Metro Jaya mendatangi kediaman tersangka Yuki Irawan. Hal itu dilakukan karena Polda Metro Jaya telah mendalami informasi adanya pembekingan pabrik wajan tersebut.
"Selama ini pelaku memanfaatkan petugas yang datang ke rumahnya. Padahal hanya untuk patroli. Namun, kedatangan polisi dan TNI dimanfaatkan oleh tersangka untuk menakuti nakuti karyawan untuk tidak berbicara terkait perbudakan, dengan masyarakat dan kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto saat mengunjungi lokasi industri tersebut, Senin (6/5). (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya