Kontainer Medik, ruang operasi penyelamat nyawa di udara
Merdeka.com - Banyak masyarakat yang awam dengan istilah Kontainer Medik Udara. Istilah itu sendiri juga jarang terdengar di telinga masyarakat maupun media massa. Sederhananya, Kontainer Medik Udara dikenal sebagai ruang operasi atau ICU yang masuk ke sebuah armada pesawat setara Hercules.
Kontainer Medik Udara digagas oleh Marsekal Madya TNI (Purn) Raman Ramayana Saman. Penemuannya berguna untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi pasien di udara.
Hari ini Sabtu (25/11) Almarhum Raman meluncurkan karyanya berjudul Pak Harto, Saya dan Kontainer Medik. Buku tersebut disusun oleh Penulis Imelda Bachtiar selama dua tahun lebih.
"2 Tahun setengah, buku ini adalah buah karya beliau, dan tentang pengalaman beliau, kisah hidup yang berprofesi sebagian dokter penerbangan, karena istilah ini (kontainer medik udara) masih awam di kalangan wartawan jadi buku ini segera diluncurkan," kata Imelda Bachtiar saat yang menjadi moderator pada forum peluncuran buku di Magnolia Ballroom Grand Hotel Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11).
Imelda mengutarakan, alat penolong nyawa di udara itu merupakan penemuan yang bermanfaat untuk masa depan dunia kedirgantaraan dan kedokteran penerbangan Indonesia. Sayangnya, hal itu belum menjadi perhatian di kalangan milenial maupun saat ini.
"Untuk evakuasi pasien yang sakit dan disebut sebagai bela hidup artinya harus dijaga supaya pasien tetap stabil, dan menurut beliau itu penemuan yang sangat maju untuk Indonesia, tapi sayang tak terdengar lagi," tandasnya.
Peluncuran buku ini dihadiri oleh Pejabat Purnawirawan TNI salah satunya Mantan Presiden Freeport Marsekal (Purn) Chappy Hakim dan Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto yang juga Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya