Konflik diplomasi Qatar, Jokowi sudah telepon Erdogan dan Emir Qatar
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengaku sedang mengumpulkan masukan dari pimpinan negara teluk untuk menyelesaikan konflik diplomasi Qatar. Beberapa hari terakhir, Jokowi sudah menelepon kepala negara di kawasan teluk maupun Presiden Qatar.
"Saya telepon itu untuk mendapatkan masukan, problem sebenarnya apa sih? Dan pendekatan yang bisa kita lakukan lewat mana nanti bisa kita dapat simpulkan setelah masukan itu dari semua sisi ada," kata Jokowi di Jalan Rawa Bebek RT 21 RW 11, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/6).
Kepala Negara yang sudah dihubungi di antaranya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Qatar Emir Qatar Syekh Tamim. Jokowi memastikan, dirinya akan terus berkomunikasi dengan pimpinan negara teluk maupun Presiden Qatar untuk menyelesaikan konflik diplomasi tersebut.
"Jadi, sementara ini saya belum bisa bicara di sebelah mana kita akan berperan. Tetapi ini saya akan terus bertelepon dengan negara-negara yang berkaitan dengan gesekan yang terjadi di Timur Tengah terutama antara Saudi Arabia dan Qatar," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Priansari Marsudi memprediksi pemutusan hubungan diplomatik negara Liga Arab terhadap Qatar berdampak pada perdagangan Indonesia. Sebab, pemutusan hubungan tersebut diikuti pemutusan akses transportasi udara, laut dan darat.
"Misalnya perdagangan Indonesia (ke Qatar) melalui pelabuhan-pelabuhan di Uni Emirat Arab tentunya terpengaruh," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/6).
Selain perdagangan, pemutusan hubungan diplomatik negara Liga Arab terhadap Qatar diprediksi berdampak pada sektor pariwisata. Wisatawan asing yang berasal dari negara sekitar Qatar akan kesulitan memanfaatkan penerbangan Qatar untuk berkunjung ke Indonesia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya