Kondisi pasien terduga MERS di Pekanbaru terus membaik
Merdeka.com - Dokter spesialis paru Azizman Saad mengatakan, ketiga pasien terduga MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) di Kota Pekanbaru, Riau, secara berangsur-angsur membaik dan diizinkan pulang. Hal ini bisa dilihat dari kondisi tubuh yang cenderung normal kendati masih diisolasi di kamar khusus.
"Kondisi pasien terus membaik dan suhu tubuh normal, meski begitu mereka masih kita isolasi di kamar khusus. Sedangkan, satu pasien rencananya sudah bisa pulang hari ini," kata Azizman di Pekanbaru, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/5).
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan ada tiga warga Pekanbaru yang terindikasi terjangkit virus MERS-Cov. Ketiganya berinisial AT (42), Z (65) dan MS (48) yang sebelumnya mengalami gejala seperti MERS-CoV setelah pulang ibadah Umroh.
Azizman mengatakan pasien AT yang dirawat di RS Awal Bros kondisinya sudah baik dan akan diizinkan pulang hari ini. Sedangkan pasien Z dan MS masih dirawat di RSUD Arifin Achmad. Kedua pasien diisolasi di ruang rawat inap terpisah dari pasien lainnya.
"Apabila pada pemeriksaan malam ini kondisi MS sudah bagus, maka esok harinya kita rekomendasikan untuk pulang juga," kata Azizman, dan menurutnya untuk terduga Z masih mengalami sesak napas karena hasil diagnosa menyatakan pasien memang memiliki riwayat penyakit paru cukup kronis.
Menurut dia, pasien terduga yang diperkenan untuk pulang tetap diobservasi dengan ketat. Mereka diwajibkan untuk melaporkan kondisinya secara rutin kepada dokter. "Kami akan terus memantau pasien yang sudah boleh pulang sampai ada hasil uji sampel pasien dari Laboratorium Balitbang Kementerian Kesehatan di Jakarta," ujar Azizman.
Pihaknya sudah mengirim sampel "Swap" dan darah ke Jakarta dan diprediksi hasilnya baru diketahui sepekan ke depan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin mengatakan tindakan pengisolasian terduga MERS-CoV merupakan prosedur standar untuk mencegah potensi penyebaran virus mematikan itu. Sebab, ketiga pasien mengalami gejala-gejala MERS-CoV setelah bepergian dari daerah Timur Tengah.
Dia mengatakan pemerintah daerah setempat juga memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk Bandara dan pelabuhan bagi warga yang tiba dari Timur Tengah. "Masyarakat tidak perlu panik, karena ini adalah bentuk kehati-hatian kita," kata dia. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya