Kondisi korban tabrakan metromini vs KRL mengenaskan
Merdeka.com - Empat korban kecelakaan KRL Commuterline dengan Metromini di perlintasan Muara Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12), harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras. Keempat korban yang mengalami luka berat antara lain Suryana, Sarikah, Amanudin dan Adi Saputra.
Salah satu saksi mata yang ikut membawa korban ke RS Sumber Waras menceritakan, dia menyaksikan tubuh korban sudah dalam keadaan tidak utuh. Salah satu korban bernama Adi Saputra yang masih menjalani perawatan di RS Sumber Waras, salah satu anggota tubuhnya terpisah dan masih tertinggal di lokasi kejadian.
"Parah mas, badan korban itu sudah terpental. Bagian tubuh yang satu di sini, yang lain di sana," ujar saksi yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di RS Sumber Waras.
Korban selamat lainnya yakni rata-rata mengalami luka berat di bagian kepala. Empat korban tersebut masih berada di IGD. Pihak RS Sumber Waras belum memberikan keterangan pada awak media.
Warga sekitar langsung membawa korban ke rumah sakit menggunakan mobil angkutan umum dan mobil satpol PP. Terlebih masih ada korban yang selamat dan harus segera mendapat pertolongan.
"Karena mobil ambulans lama, jadi korban sebagian kita bawa pakai mobil yang ada. Ada mobil satpol kita masukin, ada mobil angkot kita masukin-masukin saja biar cepet dibawa ke rumah sakit," tandasnya.
Dia menceritakan, saat kejadian sopir metromini ugal-ugalan meski palang pintu sudah ditutup. "Jadi palang pintu rel sudah tertutup, cuma Metromini ini cari ruas-ruas palang rel buat menerobos padahal sirine juga bunyi. Sudah itu kereta posisinya deket," ujar salah satu saksi yang enggan menyebutkan namanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya