Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kondisi AKBP Farid berangsur pulih usai disabet samurai oleh teroris

Kondisi AKBP Farid berangsur pulih usai disabet samurai oleh teroris Mapolda Riau diserang. ©Istimewa

Merdeka.com - AKBP Farid Abdullah anggota Bidang Hukum Polda Riau masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau akibat tebasan pada lehernya yang dilakukan sekelompok terduga teroris. Sedangkan Aipda Jhon Hendrik, diperbolehkan pulang karena luka di jarinya mulai sembuh.

"Untuk Apida Jhon sudah boleh pulang hari ini, kalau AKBP Farid masih membutuhkan perawatan, jadi belum diperbolehkan pulang," ujar Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Riau Kombes Asmarahadi saat dihubungi merdeka.com, Senin (21/5).

Asmara menyebutkan, Farid mengalami luka bacok di kepala belakang namun sudah dijahit. Luka itu akibat disabet samurai oleh salah satu terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau pada Rabu (16/5) lalu.

"Ya harus dirawat dulu, tapi kondisinya sudah mulai membaik kok. Belum tahu sampai kapan, nanti kalau sudah waktunya pulang, ya dibolehkan pulang," kata Asmara.

Sementara itu, Riyan Rahman (23), jurnalis TVone yang turut menjadi korban saat penyerangan kelompok terduga teroris di Mapolda Riau kini berangsur sembuh. Riyan sudah diperbolehkan pulang setelah 4 hari dirawat sejak kejadian.

"Sudah, hari Sabtu kemarin sudah pulang. Tapi harus rawat jalan juga," ujar M Arifin Ginting, rekan Riyan sesama jurnalis TVone perwakilan Riau saat dihubungi merdeka.com.

Ari menuturkan, segala biaya perawatan Riyan selama dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara sejak 16 hingga 19 Mei ditanggung oleh Polda Riau. Bahkan, biaya rawat jalan setelah keluar dari RS juga dibayarkan polisi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Riau Irjen Nandang atas bantuannya. Semangat Riyan tidak akan pernah luntur untuk menjalankan tugas sebagai jurnalis meskipun resiko seperti ini," kata Ari.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mapolda Riau diserang sekelompok terduga teroris dengan senjata tajam samurai. Mereka mengendarai mobil Avanza menerobos pintu gerbang masuk Mapolda Riau.

Dalam insiden itu, 1 polisi gugur karena ditabrak, 2 polisi lainnya luka-luka terkena sabetan samurai. Sedangkan 2 jurnalis yang sedang bertugas peliputan kasus narkoba ditabrak terduga teroris. Keduanya yaitu Riyan Rahman jurnalis TVone dan Rahmadi jurnalis MNCTV, mereka mengalami luka memar di tubuh akibat ditabrak mobil teroris.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP