Konas Menwa Indonesia Dukung Pengusutan Tewasnya Mahasiswa Peserta Diklatsar UNS
Merdeka.com - Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Konas Menwa) Indonesia mendukung pengusutan kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra, lahasiswa peserta Diklatsar Menwa UNS. Dukungan ditunjukkan dengan kedatangan Kepala Staf Konas Menwa Indonesia, Muhammad Arwani Denny ke Mapolresta Surakarta, Kamis (28/10) sore.
"Hari ini kita berkoordinasi dengan pak Kapolresta dalam rangka memberikan dukungan terkait pengusutan kasus meninggalnya mahasiswa, adik kita Gilang dari UNS. Kami selaku pimpinan kesini untuk mengumpulkan bahan keterangan, sekaligus mendukung tugas-tugas kepolisian agar kasus ini segera terungkap," ujarnya.
Terkait adanya desakan pembubaran Menwa, Denny menganggap hal tersebut wajar dan merupakan aspirasi masyarakat. Menurutnya, semua berhak menyampaikannya, apapun itu aspirasinya.
"Aspirasi itu, biasa itu. Saya kira selagi kita masih dalam frame bekerjanya, berorganisasinya, saya kira nanti kan ketemu. Akan ketemu bahwa kita sebenarnya sama, sama-sama anak bangsa, ingin membangun bangsa bersama," katanya.
Namun bahwa dalam satu kegiatan ada kejadian, lanjut dia, manusia tidak akan bisa menolaknya. Ia berharap kasus tersebut cepat selesai, agar para mahasiswa peserta Diklatsar bisa kuliah lagi dengan tenang.
"Itu sebuah musibah, tinggal hari ini kita mempertanggungjawabkan dari apa yang terjadi," katanya.
Denny mengklaim, selama ini tidak diperbolehkan adanya kekerasan fisik di dalam kegiatan diklatsar maupun lainnya. Pendidikan Menwa saat ini disesuaikan dengan kebutuhan, yakni pengabdian masyarakat terutama terkait penanganan kebencanaan.
"Jadi sudah tidak seperti dulu, angkat senjata dan lain sebagainya. Karena Hari ini sudah jelas negara mengatur, Menwa sdalah komponen pendukung, bukan komponen cadangan. Jadi bukan kombatan, nggak perlu bawa senjata Dan pendidikanya harus disesuaikan dengan kebutuhan," tandasnya.
Dengan adanya peristiwa di UNS pihaknya akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Organisasi Kemahasiswaan Menwa.
"Pasti. Pasti kita akan evaluasi SOP-nya dan upgrading jika memang ditemukan ada hal-hal yang belum pas di SOP-nya. Pasti kita dan kita butuh dukungan dari teman-teman," ucapnya.
Denny berharap ke depan kegiatan Ormawa Menwa akan lebih baik. Ia juga minta masyarakat untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun, apalagi banyak peserta mahasiswa yang baru berproses. Sehingga mereka bisa lebih baik ke depannya.
"Kita ada kode etik dalam setiap kegiatan Menwa yang harus dipatuhi. Kode etik kita itu kan Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa. Dari kode etik kita turunkan lagi ke juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis)."
"Banyak sekali itu. Pendidikan kita ada juklaknya, rapat-rapat ada juklaknya, kemudian hal-hal teknis lainnya kita juga ada juklak-juklaknya. Hari ini semua aspek kita lengkapi dengan petunjuk-petunjuk. Tinggal ini bagaimana teman-teman itu memaknai dan menjabarkannya," terangnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya