Kompolnas: Polisi jangan marah beredar video polantas suap
Merdeka.com - Kasus penahanan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate, Adlun Fiqri di Mapolres Ternate karena mengunggah video Polantas minta uang suap di situs Youtube mengundang perhatian masyarakat.
Berbagai kecaman terhadap polisi dan solidaritas dari pengguna Twitter dan Facebook pun muncul. Para pengguna media sosial tersebut membuat gerakan #Save Adlun Fiqri sebagai protes atas tindakan kepolisian Ternate.
Menanggapi hal tersebut, anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan meminta Polres Ternate mempertimbangkan penahanan Adlun. Menurutnya, tindakan Adlun sebagai bentuk kritikan masyarakat.
"Polisi perlu mempertimbangkan apakah perlu memproses hukum kasus mahasiswa tersebut. Karena ini hanya bagian dari kritik masyarakat," kata Edi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/10).
Menurutnya, polisi seharusnya menjadikan aksi Adlun sebagai bahan koreksi dan introspeksi. Meski tindakan ini mempengaruhi citra kepolisian, namun seharusnya hal itu bisa dijadikan pelajaran agar kinerja aparat lebih baik.
"Polisi jangan marah jika ada sikap warga yang seperti itu. Itu harus jadi masukan, introspeksi," imbuhnya.
Namun, dia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati mengunggah video aparat kepolisian yang meminta uang suap. Sebab, jika tidak dilakukan secara benar, aksi tersebut bisa merugikan banyak pihak.
"Jika ada aduan masyarakat mengenai polisi yang berulah, mereka bisa langsung mengadu ke komandannya. Atau bisa juga masyarakat mengadu kepada Kompolnas biar kami yang menindaklanjuti," tandasnya.
Baca juga:
Unggah video Polantas minta suap, Adlun Fiqri dibui polisi
Ini alasan Polres Ternate penjarakan mahasiswa pengunggah video suap
Kabareskrim janji pecat anak buah penerima suap dari bandar narkoba
4 video menggemparkan, rekam aksi gila polantas minta disogok (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya