Komnas: Persentase KIPI Tertinggi Terjadi pada Vaksin Moderna
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia menggunakan lima jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer, untuk vaksinasi Covid-19. Persentase kejadian ikutan pasca- imunisasi (KIPI) tertinggi terjadi pada vaksin Moderna.
"Nah ini. Ini Moderna 4% yang lain di bawah 1% KIPI rate per juta dosis," kata Ketua Komnas KIPI Hinky Hindra Irawan Satari dalam diskusi 'IDAI menjawab kegalauan tentang vaksin Covid-19 pada anak' dalam siaran telekonference, Sabtu (22/1).
Efek yang dirasakan penerima vaskin Morderna umumnya nonserius, seperti mual muntah, mengantuk, nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, lemas.
Hinky menyebut setiap vaksin pasti memiliki KIPI sesuai proporsi. "Jika dilihat dari data, pada KIPI serius vaksin Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer rate KIPI di bawah 1%," pungkasnya.
301 Juta Dosis Vaksin Disuntikkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pencapaian vaksinasi terus meningkat. Data per 20 Januari 2022, Indonesia telah menyuntikkan 301 juta dosis vaksin.
"Pencapaian vaksin terus meningkat. Pagi tadi saya mendapatkan laporan sudah disuntikkan 301 juta vaksin pada rakyat kita. Dosis 1 85%, dosis 2 mencapai 58%," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau, Kamis (20/1).
Jokowi menjelaskan vaksin booster sudah disuntikkan kepada masyarakat mulai 12 Januari 2022 lalu. Menurutnya, ini menjadi momentum dan penanganan pandemi sudah semakin terkendali, meskipun muncul varian Omicron yang harus diwaspadai.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya