Komnas PA sebut polisi lamban usut kasus kekerasan anak
Merdeka.com - Dewan Konsultatif Nasional Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi atau yang kerap dipanggil Kak Seto menilai, setiap kasus kekerasan anak yang ditangani pihak kepolisian terkesan lamban. Padahal, kasus tersebut bisa saja menjadi gunung es yang bisa terulang kembali.
Menurut dia, di antara contoh lambannya pengungkapan tersebut adalah kasus yang menimpa Angeline gadis kecil yang tewas oleh orang tua angkatnya sendiri di Bali, dan yang baru saja terjadi yaitu kasus Putri Nur Fauziah bocah kelas 3 SD yang ditemukan warga di Jalan Sederhana, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta, pada Jumat malam lalu.
"Kasus itu (Angeline) sampai sekarang tidak berjalan maksimal, masih lamban, padahal sudah lama. Nah, kasus bocah Putri itu juga harus diungkap," ujar Kak Seto saat berkunjung di Palembang, Senin (5/10).
Dikatakannya, jika pihak kepolisian mengambil tindakan tegas, kasus tersebut akan mudah terungkap dan pelakunya dapat dihukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.
"Semestinya kasusnya cepat terungkap kalau kepolisian mengambil langkah tegas," kata dia.
Dia menambahkan, jika penanganan kasusnya seperti ini, akan membahayakan anak-anak. Apalagi, beberapa tahun terakhir Indonesia sudah tergolong darurat kekerasan anak.
"Ini seperti fenomena gunung es. Jangan dibiarkan. Seluruh kasus yang menimpa anak agar dapat diselesaikan oleh pihak kepolisian dengan cepat," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya