Komnas HAM Kirim Tim Cek Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat
Merdeka.com - Komnas HAM akan menindaklanjuti laporan Migran Care soal kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Dalam pelaporannya, Migran Care menyertakan foto, video termasuk foto korban. Komnas HAM selanjutnya akan menerjunkan tim untuk melihat langsung kerangkeng tersebut.
"Atas aduan ini kami akan segera kirim tim ke sana ke Sumatera Utara, terus juga berkomunikasi dengan berbagai pihak. Kenapa kami harus cepat? Karena karakter kasus semacam ini dalam konteks skenario hak asasi manusia memang harus cepat apalagi jika ada dugaan penyiksaan," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin (24/1).
Selanjutnya, jika memang ditemukan ada penyiksaan atau perdagangan orang tentu kasus ini berbeda dengan perkara korupsi yang menjerat Bupati Langkat. "Bisa kena penyiksaan ya bisa juga kena perdagangan orangnya begitu," katanya.
Anam juga meminta polisi untuk memastikan kondisi 40 orang yang diduga menjadi korban dan menjaga keberadaannya. Sehingga, ketika Komnas HAM datang ke sana bisa menjelaskan dimana mereka karena itu bagian dari tugas kepolisian.
"Kedua, kami minta untuk seluruh informasi terkait bukti tempatnya saksi dan sebagainya. Tidak mengalami perubahan. Nah dan kalau alami perubahan, jangan salahkan publik juga bertanya kok, ini berubah ke sini- ke sini, kok saksinya awalnya di sana, kok pindah ke tempat asalnya yang susah di akses dan lain sebagainya," katanya.
Berikut Tujuh praktik perbudakan diduga terjadi di rumah Bupati Langkat:
1. Bupati membangun diduga semacam penjara, ada kerangkeng di dalam rumahnya
2. Kerangkeng digunakan untuk menampung pekerja setelah selesai bekerja
3. Para pekerja tidak punya akses kemanapun
4. Para pekerja kerap menerima penyiksaan, dipukul hingga lebam dan luka
5. Para pekerja hanya diberi makan dua kali sehari
6. Para pekerja tidak digaji
7. Para pekerja tidak punya akses komunikasi ke pihak luar
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya