Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komjen Tito: Teroris ditangkap nangis, maunya mati di tangan polisi

Komjen Tito: Teroris ditangkap nangis, maunya mati di tangan polisi Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian menjawab mengenai pola penangkapan terhadap teroris. Menurutnya, justru banyak teroris menolak menyerah karena berkeyakinan mati di tangan aparat masuk surga.

Tito mendapat pengalaman ini ketika meringkus Iwan Darmawan Mutho alias Rois di dermaga Institut Pertanian Bogor. Rois diketahui terlibat teror bom di Kedutaan Besar Australia pada 2004.

"Kita tangkap hidup-hidup dia nangis, hilang momentum fight dengan polisi biar mati masuk surga," kata Tito saat uji kepatutan di Komisi III DPR, Kamis (23/6).

Menurut mantan Kapolda Metro itu, hampir aparat diseluruh dunia seperti Spanyol, Prancis dan AS menghadapi pelaku teror dengan ideologi seperti itu. Meski diminta menyerah tetap saja teroris lakukan penyerangan.

"Kita berhadapan sama orang mau mati, tapi petugas kan enggak siap mati," tuturnya.

Selama ini pola yang dipakai, kata Tito, aparat lakukan pengepungan, lalu meminta teroris menyerahkan diri. Jika itu tidak didengar polisi akan melempar gas air mata sambil merangsek masuk.

"Seringnya pelaku bertahan dengan senjata dan bom. Bahkan ada lokasi yang sudah dipasangi bom," tuturnya.

Dalam kasus penembakan di kafe Gay Orlando, AS, menurut Tito tidak bisa dipaksakan pelaku harus ditangkap hidup-hidup. "Apa harus dipaksakan dengan risiko dibawa ke pengadilan," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP