Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komjen Listyo Sigit Soal Hukum Tajam ke Oposisi: Polri Berdiri di Tengah

Komjen Listyo Sigit Soal Hukum Tajam ke Oposisi: Polri Berdiri di Tengah Kapolri Dampingi Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di DPR RI. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Komjen Listyo Sigit Prabowo ditanya anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny K Harman agar Polri menjamin tidak tajam ke kelompok oposisi pemerintah.

Hal itu disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Rabu (20/1).

"Indonesia masyarakat majemuk, tegakan hukum harus adil dan humanis. Tadi Anda yang katakan jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas. Saya tambahkan jangan hanya tajam ke kanan tetapi tumpul ke kiri," kata Benny.

"Jangan tajam kepada kami yang ada di luar pemerintahan, sedangkan teman-teman yang di dalam kok tumpul dia," tegasnya.

Benny menyinggung Polri melakukan penegakan hukum khususnya terkait ujaran kebencian dan hoaks terhadap kelompok tertentu. Namun, ada suatu kelompok yang melakukan hal serupa diberikan keleluasaan.

"Tetapi apa yang anda lakukan untuk menjamin supaya penegakan hukum ini tidak hanya dilakukan pada kelompok tertentu, tetapi kelompok lain semacam dikasih keleluasaan," ujarnya.

Menjawab hal ini, Komjen Sigit menegaskan, akan menjaga Polri agar tetap berdiri di tengah-tengah.

"Kami akan menjaga pak, supaya kami bisa berdiri di tengah memberikan rasa keadilan kepada semuanya," jawab Sigit.

Namun, terkait pertanyaan terkait ujaran kebencian, Sigit mengatakan, tidak akan memberikan toleransi yang beresiko memecah belah persatuan. Namun, hanya akan menegur bagi ujaran yang bisa selesai dengan meminta maaf.

"Tapi yang harus saya sampaikan terkait dengan hate speech kalau masih biasa kita akan tegur minta maaf selesai," ucapnya.

"Tapi beresiko memecah belah persatuan bangsa kita tidak akan toleransi. Pasti kami akan proses," sambung Sigit.

Menurutnya tindakan tegas itu diperlukan supaya publik lebih dewasa memanfaatkan ruang siber dan ruang publik.

"Ini menjadi kedewasaan dalam kita memanfaatkan ruang siber ruang publik sehingga bisa sama-sama menciptakan kehidupan saling menghormati mana yang tidak boleh mana yang ada toleransi," pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP