Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komjen Budi disebut terlibat politik praktis, Polri cek ke Propam

Komjen Budi disebut terlibat politik praktis, Polri cek ke Propam Budi Gunawan jadi Kapolri. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mabes Polri berjanji bakal mengkroscek dugaan keterlibatan Kepala Lembaga Pendidikan (Lemdikpol) Polri, Komjen (Pol) Budi Gunawan terjun dalam politik praktis di Pilpres 2014 silam. Polri belum mengetahui apakah pernyataan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal peranan Komjen Budi Gunawan menggolkan Jusuf Kalla menjadi cawapres Jokowi di Pilpres lalu benar atau tidak.

"Ya kita belum tahu kebenarannya soal keterlibatan Pak Budi tersebut," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie saat dihubungi merdeka.com, Kamis (22/1).

Ronny tak banyak bicara soal kabar keterlibatan Komjen Budi dalam politik praktis. Namun saat disinggung apakah pihak Propam Polri sudah menyelidiki informasi yang beredar itu, Ronny mengaku akan meminta keterangan dari Propam.

"Saya harus tanya dulu ke Divisi Propam," ucapnya.

Sebelumnya, Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Ketua KPK Abraham Samad sengaja menjebloskan Budi Gunawan ke KPK karena sakit hati gagal menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi) jelang Pilpres lalu. Hasto menceritakan Samad pada akhirnya sakit hati karena PDIP lebih memilih Jusuf Kalla sebagai wapres Jokowi.

Padahal Samad sudah beberapa kali melakukan lobi-lobi pada petinggi PDIP untuk maju mendampingi Jokowi. Disebutkan bahwa sosok Komjen Budi Gunawan adalah salah satu orang yang menggagalkan Samad jadi cawapres. Budi Gunawan yang punya hubungan dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut-sebut sebagai sosok yang menentang Samad maju bersama Jokowi.

Padahal kala itu jelas-jelas Komjen Budi Gunawan masih menjadi polisi aktif dan masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol). Pengakuan ini secara tak langsung menunjukkan bahwa PDIP membenarkan Budi Gunawan masuk politik praktis membela PDIP, ikut mendukung Jusuf Kalla daripada Abraham Samad.

Hasto mengaku pada saat itu sudah menjelaskan kepada Samad soal keputusan PDIP memilih Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi. Namun Samad kecewa dan mengaku sudah mengincar seseorang yang menggagalkannya melenggang bersama Jokowi, yakni Komjen Budi Gunawan. Samad mengetahuinya karena sudah memasang alat sadap untuk memantau perkembangan pemilihan cawapres Jokowi.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP