Komitmen Jokowi Tekan Angka Kemiskinan Lewat 'Kartu Sakti'
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memastikan pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan insentif kepada keluarga tidak mampu. Hal tersebut demi meningkatkan program kesejahteraan Pemerintah di tahun keempat.
Di antaranya, sederet 'kartu sakti' andalan yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Data Kementerian Sosial menyebutkan, penerima PKH meningkat dari 6 juta pada tahun 2017 menjadi 10 juta pada tahun 2018.
Berdasarkan data BPS, untuk pertama kalinya dalam sejarah republik angka kemiskinan menurun hingga mencapai level satu digit. Pada Maret 2018 tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,82 persen.
Untuk menekan angka kemiskinan, Jokowi juga berjanji akan meningkatkan anggaran PKH tahun 2019. Dari awalnya Rp 19 triliun di 2018, tahun depan menjadi Rp 34 triliun.
"Karena kita tahu Rp 19 triliun 2018, tahun depan meloncat jadi Rp 34 triliun," ungkapnya saat memberikan pengarahan dalam rangka Jambore Sumber Daya Program Keluarga Harapan Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12). Dalam acara itu, Jokowi mengundang 600 pendamping penerima Program Keluarga Harapan.
Jokowi menyadari tugas pendampingi PKH ke depan semakin berat. Sebab, jumlah keluarga penerima manfaat akan bertambah. Pada tahun 2017, penerima PKH sebanyak 6 juta dan meningkat menjadi 10 juta di 2018.
"Kalau ini nanti sudah mapan, di 2020 saya ingin agar yang masuk dalam kotak keluarga miskin, kurang lebih 15,6 juta, itu semuanya harus dapat PKH," ujar Jokowi.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya