Komisi I panggil Panglima TNI soal penganiayaan wartawan
Merdeka.com - Komisi I DPR sangat menyesalkan aksi penganiayaan yang dilakukan anggota Marinir TNI AL terhadap wartawan yang sedang bertugas di Padang. Terkait masalah ini, Komisi Pertahanan akan meminta penjelasan Panglima TNI dan KSAL untuk memastikan hal serupa tidak akan terjadi lagi.
"Ini untuk menjaga citra TNI dan menegakkan disiplin keprajuritan," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/5).
Menurut Mahfudz, ada dua kesalahan besar yang dilakukan anggota Marinir tersebut. Pertama, keterlibatan anggota Marinir dalam proses penertiban warung remang-remang yang dilakukan Satpol PP. "Itu di luar tugas-fungsi TNI," ujar Mahfudz.
Kesalahan kedua, lanjut politikus PKS itu, terjadinya aksi penganiayaan terhadap warga sipil. "Apalagi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," ujarnya.
Seperti diberitakan, aksi kekerasan terhadap wartawan terjadi pada Selasa (29/5). Kala itu 10 sampai 15 wartawan meliput pembongkaran warung remang-remang di Padang. Anggota Marinir berpakaian dinas dan berbaju preman tiba-tiba saja menganiaya wartawan dan merusak kamera milik para wartawan.
Akibat pemukulan ini, tiga wartawan terluka. Mereka adalah Budi Sunandar dari SindoTV dengan luka di telinga dengan 12 jahitan, Jamaldi dari Favorit TV dan Afriandi dari Metro TV mengalami luka memar. Ketiganya langsung dilarikan ke RS M Jamil, Padang.
(mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya