Kombes Krishna: Aziz bukan daeng, daeng kan gelar
Merdeka.com - Rencana penggusuran kawasan Kalijodo, ternyata mengusik Abdul Aziz, sosok yang disegani warga di sana. Aziz bersama warga mengadu ke Komnas HAM dan DPRD DKI.
Di kalangan warga Kalijodo, Aziz biasa disapa dengan nama daeng di depannya. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan nama itu hanya tambahan saja.
"Aziz mengaku tokoh, dia bukan daeng, Aziz namanya. Daeng kan gelar, dia mengaku daeng? Bukan daeng," kata Krishna di kantornya, Selasa (16/4).
Krishna pada 2001-2004 pernah menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan. Dia hafal seluk beluk di Kalijodo. Bahkan saat terjadi keributan antar dua kubu Krishna sempat ditodong senjata api oleh Aziz.
"Ditodong iya, kalau saya 8 orang di situ ada 300 orang bawa tombak, saya rebut-rebutan, konyol kan. Saya pendekatan psikologis saat itu, besoknya baru kita tangkap dengan kekuatan besar," jelasnya.
Menurut Krishna, zaman dulu ada 2.000 preman cari makan di Kalijodo. "Habis dihantam Kalijodo, ada tiga bandar, satu hilang. Aziz tinggal buka toko saja," ungkapnya.
Bagi Krishna untuk meratakan Kalijodo yang dibutuhkan adalah konsistensi. "Kita mau gusur, next-nya apa, habisin, ratakan bikin taman, butuh waktu tuh, konsistensi," tuturnya.
Kalau sekarang Kalijodo kembali mencuat, Krishna melihat kondisinya sudah jauh lebih baik. Meskipun diakui prostitusi di sana masih merajalela. "Sekarang sebenarnya jauh lebih baik," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya