Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KNKT: Rusia persulit investigasi jatuhnya Sukhoi

KNKT: Rusia persulit investigasi jatuhnya Sukhoi sukhoi superjet 100. merdeka.com/Degtyaryov Andrey Leonidovich / Shutterstock.com

Merdeka.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi mengaku kesulitan dalam menganalisa penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

"Investigasi pada hari pertama saat kecelakaan Sukhoi, investigasi ini masih terus dilakukan, sangat berat karena banyak hal-hal di luar kemampuan investigasi," kata Tatang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/5).

Dalam penyelidikannya, KNKT sudah meminta data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca. Selain itu, KNKT juga meminta kepada pihak Prancis untuk menganalisa mesin pesawat.

"Mesin pesawat ini merupakan buatan Prancis sehingga pihak Prancis juga ingin mengetahui investigasi yang dilakukan," jelas dia.

Setelah Cockpit Voice Recorder (CVR) dibuka, KNKT sebenarnya meminta penerjemah Indonesia yang mahir berbahasa Rusia. Tetapi permintaan itu ditolak.

"Kami meminta kedubes berwenang melakukan pengiriman terhadap penerjemah asal Indonesia yang mahir berbahasa Rusia. Namun di sana pihak Rusia tegas mengatakan jangan ditambah lagi," paparnya.

Atas penolakan ini, Indonesia mulai curiga. "Ini semakin jelas bahwa ada keinginan pihak Rusia untuk menekan, dan ini merugikan pihak Indonesia dengan menolak permintaan kami terhadap penerjemah," jelas dia.

Dari hasil rekaman selama dua jam dalam bahasa Rusia, rekaman itu sesekali menggunakan bahasa Inggris dengan melakukan komunikasi dengan pihak tower. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP