Klewang terus kembangkan geng motornya ke wilayah lain
Merdeka.com - Pengembangan kasus geng motor yang ditangani jajaran Polresta Pekanbaru kembali menemukan fakta baru. Selain di Pekanbaru, Geng motor bentukan Mardirjo alias Klewang (58) juga sudah menyebar hingga ke wilayah lain, salah satunya Duri.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar Mapolresta Pekanbaru saat ekspose 12 tersangka anggota geng motor bersama beberapa pelaku kejahatan lainnya.
"Dari penyelidikan kita dapati geng motor yang berada di bawah Klewang sudah berkembang hingga ke Duri," ungkap Kapolresta, Selasa (14/5).
Hal ini, tambahnya, akan jadi bahan untuk berkoordinasi dengan polres-polres yang ada di Riau, agar perkembangan kelompok yang diduga geng motor bisa diantisipasi. "Sudah dikoordinasikan dengan polres-polres lainnya," terang Adang.
Apa yang diungkapkan Kapolresta ini, serupa dengan apa yang disampaikan oleh Robi (22), salah seorang panglima geng motor XTC, anak buah Klewang yang ditangkap Sabtu (12/5) dini hari bersama tiga orang anggota geng motor lainnya. Robi ditangkap karena aksi pengerusakan warung internet (warnet) di Jalan Kelapa Sawit hampir dua pekan yang lalu dan aksi pemerkosaan di Main Stadium (Stadion Utama) Riau, Senin (6/5) lalu.
"Di antara anggota memang ada yang berhubungan. Yang saya tahu, F berhubungan dengan A, ketua XTC yang ada di Duri," terang Robi.
Selain berkoordinasi dengan jajaran polres-polres yang ada di Riau, Kapolresta, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengungkapkan, terkait geng motor ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. "Anggota lainnya yang turut terlibat tindak pidana sudah kita ketahui keberadaannya dan akan kita tangkap," tegasnya.
Hingga saat ini, Polresta Pekanbaru paling tidak sudah mengamankan 12 orang anggota geng motor yang terlibat dalam aksi pengerusakan warnet, perampasan, dan pemerkosaan di mana termasuk di dalamnya, Klewang dan empat orang panglima. "Saat ini empat dari enam panglima sudah kita amankan, mereka adalah Re, Mr, Ar dan Ro (Robi). Umur mereka antara 16 sampai 20 tahun. Dua orang lagi panglimanya masih kita kejar, termasuk salah satunya adalah seorang residivis dan satu orang perempuan," terangnya.
Klewang, kata Kapolresta adalah orang yang cukup licin, ini terbukti dari 31 upaya penggerebekan harus dilakukan hingga akhirnya Klewang dibekuk. "Pada penggerebekan ke 31 kita baru berhasil membekuknya," kata Adang.
Klewang dibekuk, Kamis (9/5) sore sekitar pukul 15.30 WIB saat sedang tidur di bedeng pada Kawasan Main Stadium Riau bersama dua orang anggota geng motor lainnya. Bersama Klewang diamankan pula tiga bilah senjata tajam.
Selama tahun 2013, Adang menjelaskan pihaknya menerima delapan laporan polisi terkait aksi geng motor dengan empat di antaranya berhasil diungkap dan memunculkan 14 tersangka. "Enam di antaranya tersangka," tambahnya.
Pola perekrutan geng motor,ungkap Adang adalah dengan menguji mental mereka yang mencoba masuk, salah satunya dengan mengadu para anggota tersebut dalam perkelahian. Di antara mereka yang kuat akan dijadikan panglima.
Untuk biaya operasional, selain mengumpulkan uang Rp 5 ribu dari tiap anggota, tindak kriminal juga dijadikan sumber pemasukan. Salah satunya adalah dengan merampas dan menganiaya. "Hasil rampasan baik itu handphone, uang maupun kendaraan bermotor harus dilaporkan pada ketua besar," lanjutnya lagi.
Dari pemeriksaan yang dilakukan Kapolresta menjelaskan Klewang beserta tersangka lain yang saat ini sudah mengakui tindak pidana yang dilakukannya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya