Kivlan Zen mengaku hadiri rapat tolak diskusi LBH
Merdeka.com - Kivlan Zen disebut sebagai dalang pengerahan massa di Kantor LBH Jakarta pada Minggu (17/9) malam sampai Senin (18/9) dini hari. Tuduhan ini disampaikan Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur saat konferensi pers di Kantor Komnas Perempuan pada Senin (18/9) siang.
Tuduhan Isnur berdasar pada pemberitaan salah satu media online yang menyebut Kivlan menghadiri rapat di Menteng 58 membahas pembubaran acara diskusi yang sedianya diselenggarakan LBH Jakarta pada Sabtu (16/9).
Kivlan mengaku hadir di Menteng 58 karena diundang oleh anak-anak muda yang rapat di tempat tersebut. Dia mengaku datang bukan untuk memimpin rapat, tapi dimintai pendapat oleh pihak yang menggelar rapat.
"Saya datang untuk memberikan nasihat. Tapi nasihat saya jangan lakukan kerusuhan. Jangan masuk di halaman karena akan (kena) delik hukum," katanya ditemui di Bareskrim Polri di Gedung KKP, Selasa (19/9).
Kivlan mengungkapkan, diskusi yang dilaksanakan LBH Jakarta itu dapat berujung pada tuntutan pencabutan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966, sehingga PKI hidup kembali.
"Ujung-ujungnya ke sana melihat jadwal dan data-data yang saya terima melalui online. Dan sudah kelihatan ada rapatnya di sana," ujarnya.
Para pemuda yang mengundangnya rapat ini disebut Kivlan ialah mereka yang sadar akan keselamatan bangsa dan negara. "Mereka mau demo untuk menghalangi orang-orang yang mau melawan TAP MPRS," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur mengatakan, Kivlan Zein berada di balik mobilisasi massa dan penyerangan kantor mereka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di mana penyerangan tersebut terjadi pada Minggu (17/9) malam hingga Senin (18/9) dini hari.
"Kami tulis dua nama, pertama itu Kivlan Zen dan yang kedua adalah Rahmat Himran yang merupakan anggota Presidium 313," katanya.
Tudingan yang dilayangkan kepada Kivlan karena pada hari Jumat (15/9), Isnur membaca berita di sebuah media online bahwa dia memimpin rapat di kawasan Menteng untuk membubarkan diskusi.
"Jenderal K (Kivlan Zein) memimpin rapat. Ada beritanya. Jadi semua bisa mendapatkan juga," jelasnya.
"Rapat koordinasi persiapan pembubaran seminar komunis, begitulah bahasanya. Itu (rapat) di Menteng 58. Saya enggak tahu itu hari Jumat atau Kamis (rapatnya) tapi beritanya diposting hari Jumat," jelasnya dikonfirmasi usai konferensi pers.
Terkait tudingan itu, pihaknya tidak mengonfirmasi langsung ke Kivlan Zein. Isnur mengatakan pihaknya hanya berhubungan dengan aparat penegak hukum.
"Kami hanya berhubungan dengan aparat penegak hukum," tegasnya.
Sedangkan Rahmat Himran, menurut Isnur, juga berperan menyebar berita hoaks melalui media sosial. Di mana dia menyebar bahwa LBH dan YLBHI menggelar acara berkaitan dengan PKI.
Salah satu berita hoaks yang menyebar ialah ditampilkannya lagu Genjer-Genjer yang identik dengan PKI saat acara yang digelar LBH.
"Itu disebarkan juga. Kami dapat forward-forward dari Facebook, dari Twitter, instruksi itu dilakukan," ujarnya.
Informasi ini akan disampaikan kepada polisi sebagai informasi tambahan. "Walau saya yakin tim cybernya polisi sudah punya," tambahnya.
Atas tuduhan menggelar acara berkaitan dengan PKI, Isnur mengatakan telah klarifikasi dengan kepolisian. "Kami sudah melakukan klarifikasi. Jadi intel Mabes, intel Polda sudah datang dan kami klarifikasi. Kami kasih ToR-nya, kami kasih bahannya," tandasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya