Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisruh sampah Jakarta, pendapatan pemulung di Bantargebang menurun

Kisruh sampah Jakarta, pendapatan pemulung di Bantargebang menurun Warga Cileungsi Bogor menolak truk sampah DKI. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisruh TPST Bantargebang berimbas pada para pemulung di tempat sampah seluas 110 hektar milik DKI Jakarta tersebut. Kini ratusan pemulung beraktivitas pada malam hari, karena siang tak ada pengiriman sampah.

"Dari hari Selasa, mengais sampah pada malam hari hingga pagi," ujar salah satu pemulung di TPST Bantargebang Rizal (21), Jumat (6/11).

Warga asal Indramayu, Jawa Barat ini mengatakan, kendala mengais berbagai sampah yang mempunyai nilai ekonomis ialah gelap, dan cuaca yang dingin pada malam hari. Apalagi, lokasinya berada di atas gunungan sampah.

"Kalau malam harus hati-hati, dan jeli. Kalau enggak, ya otomatis hasilnya tidak maksimal," katanya.

Ia mengaku mengandalkan penghasilan dari hasil memulung. Setiap 20 hari sekali, pria yang sudah 2 tahun memulung sampah tersebut mendapatkan hasil Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.

"Kalau sekarang kemungkinan menurun, karena mencari sampah malam hari lebih sulit dibanding siang hari," katanya.

Karena itu, ia berharap proses pembuangan sampah di TPST Bantargebang normal kembali, yaitu ada yang siang hari dan malam hari.

Seperti diketahui, truk sampah DKI Jakarta diperbolehkan melintas di Bekasi maupun Cibubur pada malam hari. Sebelumnya, truk yang melintas Cibubur pada siang hari. Setelah diprotes warga Cileungsi, akhirnya disepakati truk melintas pada malam hari.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP