Kisah WNI tinggal di kampus hindari gempuran bom di Yaman
Merdeka.com - Ginda Hasibuan (24) adalah satu dari 110 WNI yang tiba di bandara Soekarno-Hatta setelah dievakuasi dari Yaman. Ginda mengaku tidak percaya bisa kembali ke tanah air karena kondisi di sana sudah tidak kondusif karena adanya konflik.
"Kondisi sudah darurat, tempat berlindung tidak ada jaminan aman. Jadi saya masih kayak enggak yakin saja sudah pulang ke Indonesia," kata warga asal Medan ini saat tiba di Common Lounge Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (5/4).
Ginda yang kuliah di Universitas Darul Ulum Hudaidah Yaman ini, menceritakan kondisi yang mencekam selama bertahan di sana. "Setiap malam ada lima belas kali serangan pesawat ke kota Hudaidah yang jaraknya sekitar 2 km dari universitas saya," jelasnya.
Akibat konflik tersebut dirinya mengaku sudah satu minggu tidak istirahat. Selama itu dia mencoba bertahan di universitas hingga akhirnya dijemput tim evakuasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
"Banyak yang dievakuasi dari Kota Hudaida. Di Kota Jizan juga ada sekitar 300 orang yang belum pulang," katanya.
Meski sudah pulang, dia berharap bisa kembali lagi ke universitasnya. Apalagi sebentar lagi dia akan diwisuda.
"Kalau kondisi sudah aman, pengennya balik lagi. Saya sudah kuliah tiga tahun, sayang sebentar lagi wisuda. Di universitas juga masih ada 15 mahasiswa asal Indonesia yang bertahan," pungkasnya. (mdk/rep)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya