Kisah WNI di Yaman selamat dari serangan hujan bom dan roket
Merdeka.com - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) tiba di Indonesia setelah dievakuasi dari Yaman. Mereka yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta langsung disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Salah satu WNI yang merupakan mahasiswa di Universitas Darul Ulum Syariah, Yaman yakni Muhamad Yusuf menceritakan situasi konflik yang terjadi di sana.
"Kondisi di sana ya cukup mengancamlah," kata Yusuf kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta di Terminal 2, Jakarta, Minggu (5/4).
Dia menambahkan keadaan mencekam itu di mana bom maupun roket berjatuhan dirasakannya sejak, Selasa (31/3) lalu. Penyerangan itu berlangsung pada malam hari dan terjadi tepat di Universitasnya.
"Kalau di daerah saya tinggal, tempat sekolah saya universitas saya tanggal 31 malam," ujarnya.
Menurut keterangan Yusuf, ada 65 WNI yang menjadi mahasiswa di Universitas tersebut. Namun, lanjut Yusuf, tidak semua WNI ikut dalam evakuasi.
Yusuf mengatakan ada beberapa faktor mahasiswa yang berasal dari Indonesia itu tidak mau ikut dalam evakuasi. Perintah orang tua untuk tetap tinggal di sana pun menjadi salah satu alasan WNI tidak ikut dalam evakuasi.
"Kalau di universitas saya tinggal enam orang dari 65. Alasan mereka macam-macam, ada yang dengar dari orangtuanya bilang, kalau masih bisa dipertahankan di sana dipertahankan, soalnya biaya lagi pulang ke sana dan biaya sudah habis sudah banyak, karena mau balik ke sana lagi bingung," jelasnya.
Seperti diketahui, saat ini situasi di Yaman tengah memanas. Pemberontak dengan pemerintah Yaman pun saling melancarkan serangannya dengan bom maupun roket. Mencekamnya keadaan Yaman mendorong pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya