Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah wanita penyelam Basarnas, anggap korban keluarga sendiri

Kisah wanita penyelam Basarnas, anggap korban keluarga sendiri Yusniar Amara. ©2015 Istimewa/BBC Indonesia

Merdeka.com - Ikut terjun menjadi salah satu tim penyelam oleh Basarnas dalam misi evakuasi korban AirAsia QZ8501 merupakan pengalaman paling tersulit yang dirasakan Yusniar Amara. Apalagi, medan yang dihadapi cukup berat yakni cuaca yang buruk, serta gelombang tinggi.

"Gelombang tinggi sampai empat meter, arus di bawah air sangat kuat dan zero visibility. Benar-benar tidak tampak sejengkal pun, kami cuma mengandalkan senter tapi itu pun cuma bisa dua meter saja," ungkap Yus kepada BBC Indonesia.

Beratnya cuaca tak hanya dirasakan dari atas permukaan lau, setiap kali menyelam, cuaca buruk langsung menerjang dia dan timnya. Kondisi itu membuat mereka hanya bisa melakukan pencarian di dalam laut dalam waktu yang sangat singkat.

"Maksimal kami menyelam di kedalaman 30-40 meter cuma boleh 18 menit, jadi sebelum turun kami berdoa agar dimudahkan. Sedih kalau kami menyelam tidak dapat jenazah, kami sudah anggap korban seperti keluarga sendiri," ujar Yus.

Menjadi tim penyelam dalam pencarian korban bukan tugas yang mudah baginya. Dia kerap berdoa setiap kali menemukan jenazah dengan menatap wajahnya sembari berdoa. Meski berat, namun dia tetap berjuang keras demi mengembalikan jasad tersebut kepada keluarganya masing-masing.

"Awalnya berat ya, karena kita kan lihat muka jenazah tapi kita berdoa saja, kita bilang dalam hati ke mereka kalau kita ingin menolong mereka, membawa mereka bertemu keluarga, memang kuncinya kesiapan dan kekuatan mental," kata dia.

Berkali-kali terlibat operasi penyelamatan dan pertolongan bencana, Yus mengatakan ketika bencana terjadi di kampung halamannya, dia justru tidak bisa menolong orang yang dicintainya.

"Tahun 2004, itu tugas saya menjaga Pantai Ule Leueu, tapi hari Kamis dua hari sebelum tsunami (26 Desember 2004), tunangan saya di Ule Leueu suruh saya pulang tengok orang tua dan balik lagi hari Minggunya. Tapi ternyata Sabtunya ada tsunami dan tunangan saya hilang," kenang Yus pelan.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP