Kisah tragis Pratu Ahmad tewas dikeroyok di Papua
Merdeka.com - Nasib dua aparat TNI AD sama buruknya dengan korban penembakan orang tak dikenal. Di tengah kondisi Papua yang memanas, tanpa disengaja salah satu aparat TNI ini menabrak anak kecil.
Massa yang melihat marah. Aparat yang diketahu bernama Pratu Ahmad Sahlan (25) pun jadi bukan-bulanan.
"Ketika melintas di TKP, korban Ahmad menabrak pejalan kaki Dewi Wanimbo 3 tahun sehingga berakibat luka lecet pada bagian kepala. Sedang pratu Ahmad langsung terjatuh, melihat kejadian tersebut massa yang berada di TKP langsung mengeroyok korban Ahmad," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (7/6).
Bukan hanya Pratu Ahmad, Pratu Saefudin yang hendak menolong temannya pun tak luput dari amarah massa, hingga akhirnya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Sedangkan teman yang dibelanya tewas dengan dua luka tusukan.
"Korban Saefudin hendak menolong, namun massa semakin brutal kemudian mengeroyok kedua anggota TNI tadi, akibat kejadian tersebut Pratu Ahmad meninggal di tempat kejadian. Saat ini korban Saefudin diopname dalam keadaan kritis," terangnya lagi.
Buntut dari kecelakaan ini beberapa aparat TNI sempat menembakkan pelurunya ke masyarakat namun tak ada jatuh korban. Saat ini Polres Wamena bersama Pom TNI sedang menangani kasus ini guna menindak masyarakat yang melakukan pengeroyokan.
"Akibat dari kejadian tersebut ada emosi dari beberapa anggota di TKP melakukan penembakan terhadap masyarakat tetapi tidak ada korban. Kasus ditangani dari Pom TNI Wamena dan Polres Wamena," ujarnya. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya