Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah tragis Dedy, jual mobil dibayar maut

Kisah tragis Dedy, jual mobil dibayar maut Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi Anda yang ingin menjual harta benda lewat iklan, termasuk via online, sebaiknya Anda semakin hati-hati. Sebab, dengan informasi yang tersebar luas, kejahatan bisa mengintai para penjual kapan saja.

Hal ini seperti yang dialami Dedy Widyanarko. Dia ditemukan tewas di Jalan Inspeksi Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (6/2) lalu setelah dibunuh oleh tiga pemuda yang pura-pura ingin membeli mobilnya.

Paulus Santoso alias Pingging (28), Andi Cahyono alias Gareng (28) dan Esanda (23) dibekuk oleh aparat Polda Metro Jaya. Adapun Esanda sempat buron sebelum akhirnya ditangkap.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti tak menjelaskan detail di mana lokasi penangkapan, namun dia mengungkapkan berada di daerah Jawa Tengah.

Penangkapan Esnanda itu pun atas kerjasama kerjasama tim gabungan Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur, dan Unit Reskrim Polsek Cakung.

"Pelaku ditangkap bersama dengan barang bukti mobil Nissan Grand Livina yang diduga milik korban. Saat ini pelaku sedang dalam proses lebih lanjut," tuturnya.

Sementara itu, Krishna mengungkapkan, penyebab korban meninggal lantaran kepalanya disekap oleh pelaku menggunakan kantong plastik kresek.

"Barang bukti lainnya dalam kasus ini plastik kresek. Wajahnya seperti di pukul hingga korbannya mati," ungkap Krishna.

Niat jahat para pelaku muncul saat melihat iklan penjualan mobil Nissan Grand Livina milik korban di sebuah situs jual beli online. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP