Kisah terserak di balik pembunuhan istri polisi di Depok
Merdeka.com - Banyak kisah terserak dari kasus pembunuhan seorang istri polisi di Depok, Ratnita Handriani (37), oleh suaminya, Bripka Triono. Orang-orang di dekat mereka membeberkan cerita soal kehidupan rumah tangga keduanya.
Tetangga mengenal Triono selama ini sebagai pribadi baik dan religius. Triono juga dianggap sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab terhadap keluarga.
Hanya saja diduga ada permasalahan finansial membikin Triono membunuh istrinya. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.
Dalam beberapa kali komunikasi dilakukan, Pradi mengaku Triono sempat meminta dicarikan pekerjaan sampingan. Namun, hingga kasus terjadi, keinginan itu belum terwujud.
"Sempat bilang ingin cari tambahan pemasukan," kata Pradi.
Sebelum kasus itu terkuak, Pradi mengaku kerap berbincang dengan Triono. Namun, intensitasnya agak kendur ketika Pradi mencalonkan diri dalam bursa pilkada.
"Saya kenal dekat (Triono). Dia sering ke rumah. Makanya pas dengar berita ini, saya kaget. Biasanya nanya kabar lewat SMS. Cuma sudah lama komunikasi kurang intens karena saya waktu itu nyalon (pilkada)," ujar Pradi.
Walaupun sering berkomunikasi, tetapi menurut Pradi, Triono tidak pernah bercerita soal masalah pribadi. Komunikasi dilakukan sebatas formal saja.
"Dia tidak pernah cerita (masalah pribadi). Yang saya tahu orangnya baik dan tanggung jawab pada keluarganya luar biasa," tutup Pradi.
Konon, alasan Bripka Triono membunuh Ratnita, bermula dari persoalan pribadi. Diduga hubungan keduanya tidak harmonis. Tetangga sering mendengar pertengkaran dari dalam rumah tersebut.
"Sempat dibilang polisi melarat lah oleh istrinya. Itu kata tetangga sekitar yang dekat dengan rumah korban lho ya," kata Waras, Ketua RT setempat.
Hanya saja, tetangga tidak menduga kalau pertengkaran keduanya berakhir tragis. Triono dan Ratnita dikaruniai dua anak masih kecil. Anak pertama berusia tujuh tahun, dan anak kedua berusia empat tahun.
Bahtera rumah tangga keduanya kerap diwarnai perang mulut. Sepengetahuan Waras, berdasarkan laporan warga, sudah sejak lama keduanya sering terlibat pertengkaran.
Triono dan Ratnita baru lima tahun tinggal di Jalan Perjuangan RT 002/RW 008, Cimanggis Depok. Selama itu, hampir sering keduanya bertengkar.
"Sering ribut kata tetangga. Sudah sejak dulu," ujar Waras.
Kabarnya, walaupun sudah bekerja di Polresta Depok, Triono tidak melepas tanggung jawab ketika sampai di rumah. Dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci dan mengurus anak. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya