Kisah Soekarno dan koleksi mobil kepresidenan

Reporter : Ramadhian Fadillah | Rabu, 30 Januari 2013 06:05




Kisah Soekarno dan koleksi mobil kepresidenan
Mobil Soekarno. ©blogspot.com

Merdeka.com - Artis Raffi Ahmad yang kini terlilit masalah narkoba terkenal dengan koleksi mobil dan motor mewahnya yang bikin ngiler. Sebagai artis muda kaya raya, enteng saja Raffi membuang uang untuk memenuhi hobi mahalnya itu.

Sejumlah kendaraan mentereng koleksi Raffi antara lain Chevrolet Camaro, Hummer, Toyota Fortuner, Harrier, Lexus dan juga BMW. Raffi juga punya Harley, Ducati dan motor mahal roda tiga Can AM Spyder.

Bicara soal mobil, Presiden pertama RI Soekarno juga punya cerita menarik soal mobil. Saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 baru saja dikumandangkan, Soekarno sudah punya mobil kenegaraan. Uniknya mobil Buick itu merupakan mobil curian. Para pemuda mencurinya dari seorang pejabat Jepang khusus untuk diberikan pada Presiden Soekarno.

Beberapa mobil diberikan negara-negara sahabat Indonesia ketika itu. Mereka terkesan dengan gaya Soekarno yang bersahabat.

Tahun 1955, Soekarno naik haji ke Mekkah. Ketika pulang, Raja Saudi menghadiahkan mobil Chrysler Crown Imperial pada Soekarno. Tentu saja Soekarno dengan senang hati menerimanya. Mobil ini menjadi salah satu mobil kesayangan Soekarno.

Saat peristiwa penggranatan Cikini, Soekarno juga sedang mengendarai mobil ini. Untungnya Soekarno selamat.

Beberapa mobil yang pernah digunakan Soekarno antara lain Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13, Zil 111, Limosin Cabrio dan Chrysler Imperial. Mobil-mobil ini cukup mentereng pada masanya.

Media-media asing menuliskan Soeharto memiliki 14 buah mobil. Soekarno pun meradang atas pemberitaan itu. Dia menuding pers asing selalu mendiskreditkan dirinya.

"Ada empat buah mobil resmi dan tiga di dalam garasi untuk tamu negara. Bukan 15 seperti ditulis oleh sebuah majalah luar negeri," tegas Soekarno dalam biografi 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' yang ditulis Cindy Adams.

Ada lagi satu cerita soal mobil Soekarno yang cukup mengharukan.

Tahun 1967, pembangunan patung Antariksa yang sekarang dikenal sebagai patung Pancoran terhambat karena kesulitan biaya. Soekarno sedang dirawat di rumah sakit. Mendengar patung terhambat karena biaya, Soekarno meminta Edhi Sunarso menemui dia.

Soekarno kemudian menjual mobilnya dan laku Rp 1,7 juta. Oleh Soekarno uang itu diberikan pada Edhi Sunarso untuk biaya menyelesaikan patung Pancoran.

Jadi jika masyarakat Jakarta melintas Jl MT Haryono dan melewati patung Pancoran, ingatlah dulu Soekarno menjual mobilnya demi mempercantik kota ini.

[ian]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • 9.000 Warga Malang tak mampu penuhi kebutuhan kalori
  • Style Nissan Juke 'Midnight' Edition Makin Sangar!
  • KPK dan PPATK serahkan laporan terakhir calon menteri Jokowi
  • Belum temukan calon, Saipul Jamiell sudah pilih tanggal nIkah
  • 4 Nama disetor KPK, Jokowi mungkin umumkan menteri malam ini
  • TNI pamer kekuatan pasukan elite dan alutsista di Beijing
  • Iannone alami cedera lengan setelah bersenggolan dengan Marquez
  • JK merapat ke Istana temui Jokowi & Surya, umumkan nama menteri?
  • Pemulung temukan mayat siswa SMP di Pantai Tanjung Emas
  • Malam-malam, Surya Paloh temui Jokowi di Istana
  • SHOW MORE