Kisah polisi mantan wali kota yang pinjam uang buat beli rokok

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Rabu, 12 September 2012 13:27

    Kisah polisi mantan wali kota yang pinjam uang buat beli rokok

    Merdeka.com - Sumatera Barat punya cerita menarik tentang para polisi jujur. Ada Inspektur Polisi I Anwar Maksoem yang pernah menjabat Wali Kota Bukittinggi tahun 1960-1967. Tujuh tahun menjabat, kekayaan Anwar Maksoem tak bertambah.

    Ceritanya tahun 1967, setelah tidak menjabat sebagai Wali Kota, Anwar kembali berdinas di kepolisian. Dia berdinas di Komdak (kini Polda) Sumatera Barat yang bermarkas di Padang. Kondisi perekonomian saat itu memang sedang buruk. Sebagai polisi yang hanya mengandalkan gaji tanpa korupsi, Anwar kesulitan.

    Hartanya yang paling berharga, tanda pangkat balok dari emas sudah dijualnya. Uangnya pun sudah habis untuk makan dan keperluan sehari-hari. Demikian dikutip dalam buku Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa, Gubernur di Tengah Pergolakan, terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1998.

    Suatu hari Anwar ingin merokok. Tapi uang di sakunya benar-benar sudah habis. Dia pun meminjam uang pada anak buahnya yang bernama Ahmadsjah. Ahmadsjah ini cuma pegawai sipil di Polda Sumbar.

    Kira-kira percakapannya seperti ini:

    "Mad ada uang Rp 25? Bapak pinjam dulu," kata Anwar.

    Ahmadsjah menyangka bosnya bercanda. Masak seorang perwira, mantan Wali Kota mau pinjam uang Rp 25 untuk beli rokok? "Bapak becanda ya?" balas Ahmad.

    Anwar menggeleng. "Tidak, bapak benar-benar tidak punya uang," akunya.

    Maka Ahmad pun memberikan pinjaman Rp 25 dengan hati bingung. Tapi Inspektur Anwar cuek saja. Dia menikmati rokoknya dengan nikmat.

    Inspektur I Anwar Maksoem adalah polisi pertama yang menjadi wali kota. Dia mendampingi Kombes Pol Kaharoeddin, polisi pertama yang menjadi Gubernur. Keduanya sama-sama jujur. Saat itu memang menjadi kepala daerah bukan untuk korupsi.

    Berbeda sekali dengan sekarang. Puluhan gubernur, wali kota, dan bupati bolak-balik diperiksa KPK untuk kasus korupsi. Belasan sudah dibui karena terbukti menerima suap atau hadiah.

    [ian]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Polisi Teladan

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Pemerintah Jokowi kembali utang Rp 2 T dari luar negeri
  • FOTO: Perut buncit Barbie Hsu hamil 4 bulan anak kedua
  • Draf UU Terorisme, memiliki senjata kimia terindikasi teroris
  • 17 Kepala daerah di Jatim akan dilantik 17 Februari di Surabaya
  • Pesawat Super Tucano jatuh di Malang diduga karena technical error
  • Kebakaran rumah di Cianjur, satu keluarga tewas terpanggang
  • Produsen miras oplosan di Yogyakarta berkali-kali ditangkap polisi
  • ESDM sebut kebakaran sumur Jatibarang tak ganggu produksi Pertamina
  • Bekraf serahkan roadmap bisnis jual beli online ke pemerintah
  • Tambah infrastruktur gas, PGN bangun 60 SPBG hingga 2019
  • SHOW MORE