Kisah pilu anak 8 tahun tewas dalam pelukan ayah usai disiksa
Merdeka.com - Anak merupakan buah cinta dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Anak harusnya disayang dan dididik dengan benar agar menjadi orang baik oleh kedua orangtuanya.
Sebagai orangtua yang baik, mereka juga harus sabar dalam menghadapi ulah anak-anaknya. Apalagi, jika anak masih kecil.
Kisah pilu ayah menyiksa anak terjadi di Malang. Sang anak Kasih Ramadani (8) tahun tewas setelah disiksa ayahnya, Deni (30) dan meninggal dalam pelukan usai minta maaf kepada ayahnya.
Kejadian itu berawal saat Kasih bertengkar dengan kakaknya, Dina Marcelina karena berebut pakaian. Saat itu paman Kasih, Eko membawa dua baju sebagai oleh-oleh, warna biru dan pink.
Dina mendapat baju biru karena lebih besar, tetapi Kasih juga minta yang warna biru. Akibatnya, terjadi pertengkaran di antara mereka.
"Keduanya berebut pakaian, karena itu ayahnya marah," kata Eko Hendro, di kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Sabtu (21/2).
Kesal melihat anaknya rewel, Deni naik pitam. Deni menghajar Kasih pakai bambu di tengah sawah.
"Penganiayaan dilakukan di sawah, karena sempat adu mulut dengan istri saya saat menghajar anak saat siang harinya. Semua tidak tahu kalau kemudian setelah itu menghajarnya di sawah," kata Eko.
Tangis kesakitan Kasih Ramadani sama sekali tidak menyentuh hati Deni saat melakukan penyiksaan terhadap putri keduanya itu. Pria kelahiran 8 Juli 1983 itu terus menghajar korban. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya