Kisah Pasukan Garuda selamatkan tentara Spanyol dari Hizbullah

Reporter : Ramadhian Fadillah | Selasa, 28 Mei 2013 06:31




Kisah Pasukan Garuda selamatkan tentara Spanyol dari Hizbullah
Pasukan garuda terima penghargaan medali PBB. ©puspen tni

Merdeka.com - Kontingen Pasukan Garuda di Haiti mendapatkan medali penghargaan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Di Kongo, atas kerja kerasnya membangun jalan raya, pasukan Garuda juga mendapat banyak pujian. Sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB, kiprah Pasukan Garuda memang mendapat tempat di hati masyarakat setempat.

Pasukan Garuda di Libanon juga sempat menyelamatkan pasukan pengintai Spanyol yang sedang melakukan patroli. Saat itu posisi tim Spanyol benar-benar terjepit karena dikejar pasukan Hizbullah.

Kisah ini dimuat dalam buku Kopassus untuk Indonesia yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W.

Ceritanya saat itu 60 pasukan Spanyol yang mengendarai 10 panser sedang berpatroli rutin. Mereka sempat mengambil foto dokumentasi kabel saluran air yang dicurigai sebagai kabel komunikasi milik Hizbullah. Ternyata aksi mereka diketahui Hizbullah.

Dengan menggunakan 10 motor trail dan mobil, Hizbullah mengejar tentara Spanyol. Mereka menyandang AK-47 dan roket antitank. Tim pengintai Spanyol terpaksa meminta bantuan Kontingen Indonesia.

Untuk mencegah pertempuran darah, akhirnya Spanyol terpaksa menyerahkan memory card kamera tersebut pada Hizbullah disaksikan pasukan Garuda sebagai penengah.

"Anda punya senjata, kami juga punya. Kami tidak takut menghadapi anda," kata Hizbullah galak pada tentara Spanyol.

Maka setelah konflik mereda, anggota Pasukan Garuda menemui para tokoh Hizbullah. Mereka mencoba menerangkan ada kesalahpahaman antara Hizbullah dan Spanyol. Hubungan pasukan TNI dengan warga sekitar Libanon memang dekat. Sikap Pasukan Indonesia yang ramah tamah ternyata mempunyai keuntungan. Apalagi rakyat Libanon dan Indonesia sama-sama beragama Islam.

Setelah pasukan Garuda memberi penerangan, para anggota Hizbullah bisa memahami masalah tersebut. Mereka pun melupakan konflik yang terjadi dengan pasukan Spanyol dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) ini.

"Kami orang Libanon sebenarnya tidak menghargai dan menghormati UNIFIL karena mereka tidak berpihak secara adil pada orang Libanon selatan. Tetapi kami melakukan ini karena sangat menghormati anda orang Indonesia," kata Hizbullah.

Membanggakan memang.

Baca juga:
5 Penghargaan yang diterima Pasukan Garuda
30 Tentara 'hantu' Garuda, kalahkan 3.000 gerilyawan Kongo
Pasukan Garuda terima penghargaan Medali PBB
Prestasi Pasukan Garuda di Haiti sabet medali kehormatan PBB
Persiapan Latgab TNI-Malaysia

[ian]

KUMPULAN BERITA
# TNI

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Musala di Kompleks Istana sudah dua tahun bocor dan kerap banjir
  • Tim Jokowi ketemu Prabowo di Grand Hyatt?
  • 2020, robot Transformer Jepang akan setinggi rumah dua lantai
  • BNN bekuk 5 pengedar 6 kg sabu dari Malaysia
  • OJK gandeng Pemda godok UU Lembaga Keuangan Mikro
  • Dakwaan tak terbukti, terdakwa korupsi lab Kemenag bebas
  • Jokowi mau cepat lanjutkan proker kementerian yang belum tuntas
  • Heboh! 'Aksi' mobil Patwal Polisi ini bikin gempar!
  • Aplikasi ini bisa kerjakan soal matematika dalam sekejap mata!
  • ICW duga ada kementerian Jokowi yang akan dibajak mafia
  • SHOW MORE