Kisah nenek Dadong idap kanker kulit tak pernah dikunjungi anak
Merdeka.com - Dadong Wineng (100), warga Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, Denpasar, menderita kanker kulit sejak sepuluh tahun lalu. Kini kondisi Dadong makin kritis. Menurut kerabat, sejak empat hari lalu nenek Dadong tidak mau makan dan kedua matanya kini sudah tidak bisa terbuka.
Sementara luka akibat kanker kulit basah di wajahnya makin menganga. Tubuh nenek juga makin kurus dan tinggal tulang. Tak ada reaksi apa pun jika si nenek dipanggil. Selain itu, kakinya sudah kaku sehingga susah untuk diluruskan.
Lantaran iba dengan kondisi nenek Dadong, relawan kemanusiaan bersama staf kelurahan Baler Bale Agung Negara turut membantu membersihkan tubuh dan wajah nenek Dadong. Sebenarnya, nenek Dadong memiliki seorang anak namun tinggal jauh di Desa Berangbang, Negara. Dan sejak bertahun-tahun tidak pernah menemui nenek Dadong.
Akan tetapi, akhirnya anak nenek Dadong Ni Wayan Nepen (75) menemui nenek Dadong setelah Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) beserta warga menjemputnya di Desa Berangbang.
Saat berada di rumah ibunya, nampak Nepen tak kuasa menahan tangisnya. "Saya sudah puluhan tahun tidak pernah menemui ibu, bahkan jujur saya sudah lupa kalau ibu saya masih hidup," ujar Nepen, Sabtu (30/7).
Mirisnya, disaat bertemu dengan ibunya justru kondisi ibunya kritis. Mengetahui anaknya datang dan meminta maaf nenek Dadong hanya bisa terdiam, sementara matanya berlinang air mata.
Nepen bukannya tanpa alasan tidak pernah menemui ibunya. Menurutnya karena ketidakmampuan dan kondisi yang sakit-sakitan pula membuat mereka tidak pernah bertemu. Di Berangbang keluarga Nepen dan suaminya juga termasuk kurang mampu. Bahkan rumah yang ditempati Nepen dan suaminya juga bantuan pemerintah.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya