Kisah miris dua bayi meninggal karena kabut asap
Merdeka.com - Kebakaran lahan dan hutan masih saja terus terjadi. Sejumlah kota di beberapa provinsi, penduduknya harus hidup dengan berkabutkan asap.
Tak cuma kerugian materiil, kerugian nonmateriil juga banyak ditimbulkan akibat bencana ini. Salah satunya adalah kesehatan warga yang terganggu karena harus terus menerus hidup dengan mengisap asap.
Bahkan menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sembilan orang meninggal dunia.
"Dari sembilan korban meninggal dua di antaranya sepasang suami istri yang terbakar langsung dan sisanya karena paparan tidak langsung yakni menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (11/10).
Penelusuran merdeka.com, selain orang dewasa ada juga bayi yang menjadi korban jiwa. Muhammad Husen Saputra, bayi berusia 28 hari, meninggal dunia lantaran mengidap penyakit ISPA. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya